Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar dan Dandim 0820/Probolinggo saat memberikan keterangan terkait karhutla Bromo di RSUD Tongas, Kamis (15/10) malam. Ayu Firdausiyah Ahmad.
Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Polres Probolinggo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pusung Lingker, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura. Kebakaran tersebut mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka bakar serius.
Tim Inafis Polres Probolinggo telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (15/10) sekitar pukul 16.17 WIB untuk melakukan olah TKP. Pengumpulan barang bukti dilakukan guna membantu mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan enam personel gabungan terjebak di lokasi kebakaran.
Dalam wawancara di depan kamar jenazah RSUD Tongas, Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB, Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menyatakan bahwa penyebab kejadian masih menunggu hasil penyelidikan.
“Tetapi yang pasti kami akan menunggu kronologis dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Gus Haris.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan unsur kesengajaan atau kelalaian, Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan.
“Masih kita selidiki,” ujar Asmida.
Berdasarkan kronologi sementara, titik api terpantau sekitar pukul 09.00 WIB di lereng Pusung Lingker, Grid A 83 TNBTS. Personel gabungan dari TNBTS dan karyawan Artotel kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.20 WIB untuk melakukan pemadaman.
Sekitar pukul 13.30 WIB, api membesar akibat tiupan angin kencang. Sejumlah petugas dan relawan dilaporkan terjebak di tengah kobaran api dan asap pekat.
Petugas yang berupaya menembus area kebakaran menemukan enam korban sekitar pukul 14.29 WIB. Tiga orang meninggal dunia di lokasi, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar. Ketiga korban luka kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiga jenazah yang ditemukan di lokasi dibawa melalui kawasan Bukit Mentigen, Desa Ngadisari, menuju RSUD Tongas untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam perkembangan berikutnya, Hendra Rony Wageanata, petugas TNBTS yang sebelumnya mengalami luka bakar, meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Dengan demikian, jumlah korban meninggal dunia menjadi empat orang, yakni Sukaris, Sefril, Wisnu, dan Hendra Rony Wageanata. Dua korban luka yang masih tercatat adalah Munawi dan Suraji.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar hadir dalam wawancara bersama Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf. Ribut Yudo Apriyantono di depan kamar jenazah RSUD Tongas.
Hingga kini, penyebab kebakaran dan kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan belum dapat disimpulkan. Aparat masih mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. fir. wwn



