Kediri, Bhirawa - Pelajar SMK Kartanegara Wates, Kabupaten Kediri, ikut memasak bersama para chef dalam kegiatan Satu Sekolah Sejuta Aksi: Berkarya Bersama ICA dan BLK, Kamis (15/10). Selain memperingati Hari Pelajar Sedunia, kegiatan ini mendorong pengembangan keterampilan kuliner dan membuka peluang karier bagi siswa.
Kegiatan yang digelar BLK Arsy Gas Indonesia bersama Ikatan Chef Indonesia (ICA) Kediri Raya tersebut menargetkan produksi 2.000 hingga 2.500 porsi makanan untuk dibagikan kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar. Menu yang disajikan meliputi nasi goreng Hong Kong, ayam goreng, ayam asap (smoked chicken), serta ayam pedas manis.
Direktur Operasional BLK Arsy Gas Indonesia Kevin Anrico Purnomo Djunaedi mengatakan, kegiatan tersebut dirancang untuk membantu siswa mengeksplorasi bakat dan potensi diri, terutama di bidang kuliner. Kolaborasi itu sekaligus menjadi sarana mempertemukan dunia pendidikan dengan sektor industri.
“Tujuannya untuk mengeksplorasi bakat-bakat siswa, terutama di bidang kuliner, serta menjalin relasi antara dunia pendidikan dan sektor industri agar bisa lebih terkoneksi,” kata Kevin.
Menurut Kevin, siswa SMK perlu mendapat kesempatan mengenal beragam keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi bekal memasuki dunia kerja. Sebagai lulusan SMK, ia ingin mendorong kolaborasi yang memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal kebutuhan industri.
“Harapannya, potensi yang dimiliki anak-anak ini bisa lebih terlihat. Dunia pendidikan dan industri juga bisa semakin terhubung, sehingga siswa punya wawasan tentang peluang yang dapat mereka kembangkan,” ujarnya.
Sejumlah siswa SMK Kartanegara Wates juga telah memperoleh kesempatan magang di perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara memperkenalkan lingkungan kerja secara langsung agar siswa memahami penerapan keterampilan di dunia usaha.
Kepala SMK Kartanegara Wates, Pujiono, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurut dia, kehadiran praktisi dan chef di sekolah memberikan pengalaman serta wawasan baru bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan.
“Harapan kami, dengan adanya kolaborasi bersama ICA dan BLK ini, ada suasana baru dan wawasan baru bagi murid-murid kami agar mereka bisa lebih berprestasi,” ucapnya.
Pujiono menyebut, sekolah saat ini mulai mengembangkan keterampilan tata boga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan setiap Sabtu. Program tersebut akan dievaluasi sebagai langkah awal sebelum sekolah mempertimbangkan pembukaan jurusan Tata Boga.
“Untuk tahun ini, kami mengawali dengan kegiatan ekstrakurikuler Tata Boga. Nanti akan kami evaluasi, dengan harapan ke depan insyaallah bisa membuka jurusan Tata Boga,” terangnya.
SMK Kartanegara Wates sendiri memiliki 2.336 siswa yang tersebar dalam tujuh kompetensi keahlian, yakni teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, desain komunikasi visual, teknik komputer dan jaringan, layanan kesehatan, teknik pengelasan, serta teknik pemesinan.
Kolaborasi BLK, ICA Kediri Raya, dan SMK Kartanegara Wates diharapkan semakin mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan dan mengenal peluang karier di bidang yang lebih beragam. [van/nov.wwn]



