28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Buka Peluang Sepak Bola Non-Atlet, UMM Helat iLeague BRI Goes to Campus


Malang, Bhirawa – Dunia sepak bola modern kini tak lagi melulu berbicara tentang talenta mengolah bola di atas rumput hijau. Ekosistem industri si kulit bundar saat ini bertransformasi menjadi sektor padat karya yang memerlukan sokongan lintas disiplin ilmu-mulai dari manajemen bisnis, legal, kesehatan, teknologi informasi, hingga media dan komunikasi.

Guna membedah potensi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) digandeng menjadi tuan rumah agenda iLeague BRI Goes to Campus yang dihelat di Aula Lantai 9 Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM, Senin (12/10).

Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marjuni, memaparkan bahwa penyelenggaraan liga maupun kompetisi sepak bola sejatinya menggerakkan rantai pasok ekonomi yang sangat masif. Efek berganda (multiplier effect) menyentuh sektor logistik, perhotelan, UMKM, konsumsi, keamanan, perbankan, hingga penyiaran.

“Ketika pertandingan sepak bola digelar, bukan hanya berbicara soal teknik permainan, tetapi banyak aspek kehidupan ekonomi yang berputar di sana,” ujar Hanif di hadapan ratusan mahasiswa.

Menurut Hanif, klub-klub profesional hari ini sangat membutuhkan tenaga ahli di luar lapangan hijau. Posisi krusial tersebut mencakup analis data, tenaga medis, ahli gizi, praktisi media, tim komersial, hingga teknisi operasional Video Assistant Referee (VAR). “Mahasiswa dari berbagai jurusan memiliki peluang berkarier luas tanpa harus menjadi atlet. Kuncinya ada pada penguasaan bahasa asing dan kesiapan mengasah kompetensi yang relevan,” tegasnya.

Berita Terkait :  ’SIER Industrial Run 2024’: Merasakan Sensasi Berlari di Bawah Ekskavator, Masuk Tenant hingga Pengolahan Limbah Cair

Gayung bersambut, Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan bahwa klub profesional membutuhkan tata kelola modern yang ditopang sumber daya manusia (SDM) berkompeten. Pihaknya bahkan membuka pintu kerja sama magang, praktik kerja, hingga riset bagi civitas akademika UMM.

“Harapannya agenda ini tidak berhenti pada seminar seremonial semata, melainkan berkesinambungan. Mahasiswa komunikasi bisa mengasah kemampuan jurnalistik olahraga dan kehumasan, mahasiswa ekonomi mendalami manajemen bisnis klub, begitu pula bidang teknik serta kesehatan,” terang Sudarmaji.

Sementara itu, Branch Office Head BRI Malang Soekarno Hatta, Johanes Alfred Simanjuntak, menuturkan bahwa dukungan perbankan dalam ekosistem sepak bola adalah wujud nyata mendorong inklusi dan perputaran ekonomi kerakyatan, baik dari transaksi digital perikatan sponsor hingga aktivitas UMKM di sekitar stadion.

Merespons terbukanya peluang tersebut, Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM, meminta para mahasiswa jeli membaca ceruk karier baru ini.

“Untuk bekerja di industri sepak bola, mahasiswa tidak harus menjadi pemain sepak bola. Kesiapan akademik harus dipadukan dengan pengalaman lapangan dan kemampuan berkolaborasi lintas bidang,” pungkas Tatag. [mut.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!