33.2 C
Sidoarjo
Tuesday, October 13, 2026
spot_img

Pemkab Malang Bakal Bangun KCC, Permudah Temukan Pelaku UMKM dengan Pembeli

Kab Malang, Bhirawa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal membangun Kepanjen Convention Center (KCC) di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang akan direalisasikan pada tahun 2027 mendatang. Lahan yang disiapkan untuk KCC tersebut seluas 1,1 hektar dan diatas lahan itu akan berdiri bangunan gedung yang dirancang menjadi tempat pameran produk lokal atau yang dikhususkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Konsep yang akan dibangun KCC tersebut, kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar, Selasa (13/10/2026), kepada wartawan, yakni difungsikan sebagai tempat pameran produk UMKM,  tidak hanya sebagai tempat pameran produk saja, namun juga dirancang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli melalui skema business matching atau pertemuan bisnis terstruktur yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra strategis.

Menurutnya, KCC nanti agar ada pertemuan langsung antara pelaku UMKM dengan calon pembeli. Sehingga tidak hanya ada pameran produk UMKM saja, namun juga ada transaksi bisnis. Nantinya, Pemkab Malang merencanakan ruang pameran di KCC dapat digunakan pelaku UMKM tanpa biaya sewa. Dan skema itu disiapkan agar pelaku usaha memiliki tempat untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan calon pembeli.

“Pihaknya juga mendorong pemanfaatan platform digital. Seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) direncanakan memberikan pelatihan pembuatan situs website bagi pelaku UMKM untuk memperluas pemasaran produk,” tegas Budiar.

Berita Terkait :  Pj Gubernur Adhy hingga Pj Wali Kota Probolinggo Dikukuhkan jadi Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger

Dia juga menyebutkan, bahwa sejumlah produk asal Kabupaten Malang telah menembus pasar ekspor. Diantaranya, bunga krisan, mebel, dan olahan singkong beku dari wilayah Kecamatan Pakis yang dipasarkan ke negara Belanda. Selain itu juga ada singkong yang semula dijual sekitar Rp5 ribu per kilogram, yang memiliki nilai jual hingga Rp250 ribu per kilogram. Tentunya, setelah diolah menjadi produk beku untuk pasar ekspor. Sehingga pengolahannya menjadi salah satu cara meningkatkan nilai jual komoditas lokal.

Budiar juga menyampaikan, nantinya para pelaku usaha akan diberikan pelatihan pemberdayaan UMKM, yang dilakukan melalui pelatihan, lokakarya, bantuan peralatan produksi, dan fasilitasi legalitas usaha. Meski target pembangunan telah ditetapkan pada 2027, rincian teknis pemanfaatan KCC masih perlu diperjelas.

“Mekanisme dalam memanfaatkan KCC, di dalamnya ada ruang pameran, jadwal kegiatan, serta pola pertemuan bisnis yang akan mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli,” pungkasnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!