Pemkab Pasuruan, Bhirawa. – Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori menekankan pentingnya penguatan sektor produktif, optimalisasi potensi lokal serta peningkatan kualitas pelayanan publik secara merata hingga ke kawasan pesisir.
Penekanan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Halaman Kantor Bupati Pasuruan, Senin (12/10).
Menurut Gus Shobih, sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan menyampaikan dengan tema ‘Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan’ harus diwujudkan dalam program kerja yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, arah pembangunan daerah tidak boleh sekadar berfokus pada capaian pertumbuhan ekonomi, melainkan wajib ditopang peningkatan daya saing dan pelayanan dasar yang inklusif.
“Pembangunan yang unggul harus ditopang peningkatan kualitas sumber daya manusia, kecakapan tenaga kerja, dan daya saing produk lokal. Di sisi lain, prinsip berkelanjutan mewajibkan kita mengelola sumber daya alam secara bijak serta melestarikan warisan budaya demi generasi mendatang,” ujar Gus Shobih.
Ia menggarisbawahi hasil pembangunan dan kemudahan pelayanan publik harus benar-benar dirasakan secara nyata oleh warga di perkotaan, perdesaan, hingga wilayah pesisir.
Akses terhadap pendidikan berkualitas, peluang kerja, dan pelayanan publik yang cepat serta merata menjadi prioritas utama yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Secara khusus, Gus Shobih menyoroti besarnya potensi ekonomi daerah yang mencakup sektor pertanian, perkebunan hingga industri kreatif UMKM.
Menurutnya, potensi lokal tersebut merupakan motor penggerak utama ekonomi kerakyatan jika dikelola secara berkelanjutan.
“Potensi lokal Pasuruan sangat besar dan beragam. Jika diintervensi dengan pendampingan yang konsisten, modernisasi teknologi, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas, produk-produk lokal kita tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional Jawa Timur, tetapi juga menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi masyarakat,” tegas Gus Shobih.
Langkah penguatan sektor produktif dan pelayanan publik ini dinilai selaras dengan tren positif indikator makroekonomi Jawa Timur berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada semester I-2026 tercatat sebesar 5,84 persen.
Sementara itu, tingkat kemiskinan per Maret 2026 berada pada angka 9,06 persen, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga Mei 2026 berhasil ditekan pada posisi 3,42 persen.
“Dan capaian positif ini memicu kita untuk terus memperkuat kolaborasi bersama dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat. Penguatan sektor industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas roda ekonomi daerah,” imbuh Gus Shobih.
Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, jajaran asisten, staf ahli, kepala OPD, serta diikuti peserta dari unsur Satpol PP, Damkar, Tagana, TKSK, KORPRI, tenaga pendidik, pelajar, dan Pramuka. [hil.hel]






