Kementerian Pekerjaan Umum mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber tambahan pasokan air untuk menjaga layanan irigasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Jakarta, Bhirawa. – Saat musim kemarau berdampak terhadap ketersediaan air untuk pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber tambahan pasokan air untuk menjaga layanan irigasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menyiapkan suplesi air sebesar 1,5 m³ per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening yang melayani sekitar 8.845 hektare lahan pertanian.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan air irigasi di tengah penurunan ketersediaan air akibat musim kemarau, khususnya untuk wilayah Kecamatan Rejoso dan sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi penting untuk memastikan bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal, terutama ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (06/10/2026).
Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit. Dalam kondisi ketersediaan air menurun akibat kemarau, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening.
Bendungan Semantok sendiri telah dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.906 hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 km saluran primer dan 78,20 km saluran sekunder, yang menjadi bagian dari sistem layanan air untuk D.I. Bening, D.I. Ngomben, dan wilayah Rejoso.
Dengan kapasitas tampungan sekitar 32 juta m³ dan luas genangan sekitar 365 hektare, Bendungan Semantok juga memiliki manfaat penyediaan air baku dan pengendalian banjir.

Untuk air baku, Bendungan Semantok diproyeksikan menyediakan pasokan sebesar 312 liter per detik untuk melayani kebutuhan masyarakat di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang. Sementara untuk pengendalian banjir, bendungan tersebut diproyeksikan mampu mereduksi debit banjir hingga sekitar 137 m³ per detik di wilayah hilir Sungai Semantok.
Optimalisasi Bendungan Semantok untuk menyuplai D.I. Waduk Bening menunjukkan bahwa infrastruktur sumber daya air tidak hanya dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada kondisi normal, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menghadapi musim kemarau.
Melalui pengelolaan sumber daya air yang adaptif dan terintegrasi, Kementerian PU terus menjaga agar pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian. Upaya tersebut sekaligus memperkuat keandalan sistem irigasi dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk. [ira,dro.hel].






