29 C
Sidoarjo
Tuesday, October 6, 2026
spot_img

Didera Cidera, Perjuangan Bintang Raih Perak Bola Voli Pantai Asian Games 2026

Surabaya, Bhirawa

 Peluang meraih medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sudah mata, sayangnya kecelakaan saat bertanding di partai final melawan tim bola voli pantai Qatar membuat timnas bola voli pantai gagal mengibarkan sang merah putih di multievent paling bergengsi se Asia itu.

 Ditemui di pintu kedatangan Bandara Juanda Surabaya, Selasa (6/10), senyum Bintang Akbar terlihat disudut bibirnya, dengan mengenakan jaket Kontingen Indonesia Asian Games 2026 dan medali perak di lehernya, ia didampingi pelatihnya Andi Ardiansyah menemui Kabid Olahraga Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim Abdul Wahab, Ketua Harian PBVSI Sidoarjo Djoko Supriadi dan beberapa orang yang menyambut kepeluangan atlet kebanggan Indonesia itu.

 Bintang Akbar banyak tersenyum, namun disudut matanya ada rasa kurang puas dengan hasil yang sudah dicapainya. Bintang dan pasanganya Sofyan Rachman Efendi memiliki tekad yang cukup kuat, yakni mencetak sejarah dengan merebut emas bagi kontingen merah putih setelah kalah dari tim Qatar dengan skor 1–2 (21–19, 16–21, 8–15).

 Dengan nada datar Bintang saat menceritakan saat menghadapi pasangan asal Qatar Cherif Samba / Ahmed Janko di babak final yang digelar di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Hekinan, Aichi, Jepang, Sabtu (3/10).

 Saat set pertama Bintang/Sofyan bermain agresif dan mampu mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan pada akhir set 21-19. Namun, situasi berubah ketika Bintang mengalami cedera pada bagian ankle setelah kakinya terinjak pemain Qatar saat melakukan blok.

Berita Terkait :  1.476 Siswi di Surabaya Unjuk Bakat di Milklife Soccer Challenge – Surabaya Series 2 2024

 Kondisi tersebut membuat pergerakan Bintang menjadi terbatas. Meski sempat mendapatkan medical time out dan berusaha melanjutkan pertandingan, cedera tersebut memengaruhi kemampuan Bintang untuk melakukan lompatan dan bertahan secara maksimal.

 Qatar kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut set kedua dengan skor 21-16 dan memaksakan pertandingan berlanjut ke set penentuan. Pada set ketiga, pasangan Qatar kembali tampil dominan dan mengamankan kemenangan dengan skor 15-8, sekaligus memastikan medali emas.

“Saya yakin bisa mengatasi permainan Qatar, namun cidera kaki membuat saya tidak bergerak dengan baik. Sebenarnya sudah enggak bisa melanjutkan pertandingan tapi saya paksa dan Intinya pokoknya menyelesasaikan pertandingan,” katanya.

 Ia juga mengakui sebenarnya tidak menyangka bisa menembus babak final, sebab ia bersama Sofyan menjalani training camp (TC) persiapan Asian Games dua bulan. “TC sempat terhenti, kami hanya latihan maksimal satu minggu. Jadi kami tidak menyangka bisa masuk final,” kata alumni Sekolah Menengah Atas Negeri Olahraga (SMANOR) itu.

 Ia juga tetap bersyukur karena bisa menyumbang medali perak Asian Games untuk Indonesia. Terakhir bola voli pantai berhasil meraih perak pada Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta.

Pelatih Bola Voli Pantai Indonesia Andi Ardiansyah menilai pencapaian Bintang/Sofyan tetap menjadi hasil penting bagi perkembangan voli pantai Indonesia. Terlebih, ini menjadi medali pertama Indonesia di cabang tersebut sejak Asian Games 2018.

Berita Terkait :  Lanjutkan Pembangunan Stadion GDJ, Pemkab Kediri Anggarkan Rp58,5 Miliar

 Ia juga melihat keduanya sudah berjuang semaksimal mungkin untuk meraih medali di Asian Games.  “Untuk capaian ini sangat bagus. Terakhir kami meraih medali itu di Asian Games 2018 Jakarta. Insyaallah untuk Asian Games berikutnya kami bisa kembali meraih medali,” kata Andy.

 Sementara itu Kabid Olahraga Prestasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim, Abdul Wahab memberikan apresiasi atas prestasi yang dicapai Bintang yang telah berhasil meraih prestasi di Asian Games.“Tentu kami bangga atlet Jawa Timur bisa meraih medali perak di Asian Games, ini sekaligus membuktikan Jatim sebagai lumbung atlet nasional yang bisa meraih prestasi di ajang internasional,” katanya.

Ketua Harian PBVSI Sidoarjo, Djoko Supriadi yang mengaku bangga dengan pencapainya Bintang. “Ini luar biasa sekali, memang ada insiden cedera di final yang dialami Bintang,  tapi semangat perjuangannya luar biasa,” katanya.

 Seperti diketahui beberapa atlet dari Jatim berhasil menyumbangkan medali Asian Games 2026 bagi Kontingen Indonesia, diantaranya Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas dan memecahkan rekor dunia di  Angkat Besi – 75 kg Putra dengan total angkatan 366 kg (clean and jerk 206 kg).

 Kemudian Luluk Diana Tri Wijayana meraih medali perunggu Angkat Besi – 49 kg Putri dengan total angkatan 191 kg (snatch 88 kg, clean and jerk 103 kg). Seraf Naro Siregar atlet Wushu – Changquan Putra dengan total nilai 9,720 poin dan Saiful Rizal meraih medali  perak dari cabang olahraga sepak takraw. wwn

Berita Terkait :  KONI Sidoarjo Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum KONI

 

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!