34 C
Sidoarjo
Tuesday, October 6, 2026
spot_img

TPID Kota Batu Pantau Harga Makanan Penyumbang Inflasi

Kota Batu, Bhirawa – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batu terus memantau fluktuasi harga makanan atau bahan makanan yang menyumbang terjadinya inflasi. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI mencatat bahwa memasuki M1 Oktober 2026, cabai rawit dan cabai merah menjadi komoditas yang dominan mendorong kenaikan.

Asisten II Walkot Batu Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M Chori mengatakan inflasi nasional di bulan September 2026 tercatat 0,30 persen secara bulanan (m-to-m), dan 3,28 persen secara tahunan (y-on-y), dan 2,17 peesen secara tahun kalender. “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama inflasi dengan inflasi sebesar 0,88 persen dan andil 0,26 persen,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).

Selain itu sejumlah komoditas juga mencatat kenaikan harga tahunan yang cukup tinggi. Antara lain, cabai rawit 64,16 persen, daging ayam ras 10,43 peesen, minyak goreng 9,85 persen, dan cabai merah 6,14 persen.

Perkembangan harga pangan juga menunjukkan harga cabai merah dan cabai rawit secara nasional berada di atas Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP), masing-masing meningkat 11,38 persen dan 10,21 persen dibandingkan bulan September. “Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan tekanan inflasi daerah,” jelas Chori.

Sementara itu, beberapa komoditas menunjukkan perkembangan yang lebih terkendali. Harga telur ayam ras masih berada di bawah HAP meskipun naik 0,37 persen, sedangkan daging ayam ras turun 0,52 persen, dan bawang merah turun 1,40 persen. Untuk minyak goreng, harga Minyakita masih berada di atas HET dengan kenaikan 0,06 persen.

Berita Terkait :  PT PLN (Persero) Group Jatim Lakukan Audiensi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur

Sebelumnya, dalam catatan inflasi bulan Agustus 2026 tercatat beberapa kenaikan harga komoditi penting. Dimulai kenaikan cabai rawit 22,33 persen, daging ayam ras 2,95 persen, daging sapi 0,47 persen, dan beras 0,52 persen.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, TPID Kota Batu  memperkuat pemantauan harga dan pasokan melalui sidak pasar. Hal ini khususnya dilakukan terhadap penjualan daging sapi, daging ayam ras, dan cabai rawit. Selain itu TPID juga menggelar koordinasi terkait keterbatasan stok beras premium.

Selain itu Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) menggelontor bantuan ratusan ton beras kepada Puluhan ribu keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) di kota ini. Dipastikan beras bantuan yang diterima warga merupakan beras berkualitas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu, Hendry Suseno mengatakan bahwa keluarga yang menerima bantuan beras sebanyak 14.225 PBP. “Adapun beras bantuan yang disalurkan kepada warga berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas),” ujarnya. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!