Gresik, Bhirawa – Jalanan Desa Brangkal, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, berubah menjadi panggung budaya saat ratusan warga tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan Karnaval Budaya Nusantara, sebagai rangkaian HUT peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (4/10/2026) sore.
Acara yang berlangsung dari sore hingga malam hari tersebut menampilkan beragam pesona kebudayaan Indonesia. Para peserta tampil memukau dengan mengenakan busana adat tradisional yang mewakili keberagaman dari Sabang sampai Merauke. Lengkap dengan riasan khas dan properti kebudayaan, pawai ini sukses menyedot perhatian warga sekitar hingga memadati sepanjang rute yang dilalui.
Kegiatan bernuansa kebangsaan ini dihadiri langsung oleh jajaran Forkopimcam Balongpanggang serta jajaran Pemerintah Desa Brangkal. Tampak hadir dalam pemberangkatan kehormatan dan pengawalan acara, Kepala Desa Brangkal Dodik Setiawan, Camat Balongpanggang Nursalim, Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwid, serta perwakilan dari Koramil Balongpanggang Pelda Heru.
Sementara Kepala Desa Brangkal, Dodik Setiawan, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Brangkal yang telah berpartisipasi aktif mensukseskan agenda tahunan ini.”Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga masyarakat yang begitu antusias mengikuti karnaval budaya tahun ini. Swadaya, usaha, dan semangat warga luar biasa,” ujar Dodik Setiawan, Senin (5/10/2026).
Dodik Setiawan juga berpesan agar semangat perlombaan dan pawai ini tidak dinilai dari aspek menang atau kalah belaka, melainkan dimaknai sebagai ajang merekatkan tali silaturahmi serta merawat kebudayaan bangsa.”Kepada seluruh masyarakat, jangan pernah melihat menang atau kalahnya. Namun, banggalah dengan identitas dan kekayaan budaya yang kita miliki sendiri. Kehadiran kita di sini adalah wujud persatuan,” tegas Dodik Setiawan disambut tepuk tangan riuh peserta.
Sementara itu, Camat Balongpanggang, Nursalim, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga Desa Brangkal. Pihaknya mengaku kagum melihat totalitas para peserta yang tampil begitu maksimal dan kreatif, hingga pangling dengan penampilan warga, khususnya para ibu-ibu setempat.”Saya sangat mengapresiasi keguyuban dan antusiasme warga Desa Brangkal. Sampai-sampai saya sendiri pangling melihat ibu-ibu yang tampil begitu anggun dan beda dari biasanya dengan balutan pakaian adat,” puji Nursalim sembari tersenyum.
Nursalim berharap tradisi positif seperti ini dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya di masa-masa mendatang.”Semoga di tahun-tahun berikutnya, kegiatan seperti ini bisa terselenggara jauh lebih meriah, rapi, dan makin membawa keberkahan bagi Desa Brangkal,” ujarnya.
Ditempat yang sama Pelda Heru, menilai keberagaman busana yang dikenakan warga bukan sekadar hiasan parade, melainkan simbol kuat dari semangat Wawasan Kebangsaan.
”Karnaval ini bisa terselenggara dengan sangat meriah. Kehadiran para peserta yang mengenakan pakaian adat dari sabang sampai merauke ini menandakan secara jelas bahwa warga Desa Brangkal benar-benar mencintai Indonesia dan merawat kebhinekaan,” ungkap Pelda Heru.
Di sisi lain, Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwid Mariyanto yang mengawal langsung jalannya keamanan selama acara, turut memberikan imbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) kepada seluruh warga yang meninggalkan rumah saat mengikuti karnaval.
”Di tengah kemeriahan acara, kami tetap menyisipkan pesan Kamtibmas. Kami mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dan waspada sebelum meninggalkan rumah. Pastikan kompor atau aktivitas bakar-membakar sudah benar-benar padam, serta peralatan listrik yang tidak terpakai sudah dimatikan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya. [eri.kt]





