Tulungagung, Bhirawa. – Petugas Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Pantai Popoh mengevakuasi jasad manusia tanpa identitas yang mengapung di tengah laut sekitar tiga mil dari daratan, Sabtu (3/10) malam. Kini mayat ini berada di Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung untuk divisum.
Koordinator Pos Kamladu Pantai Popoh, Aiptu Maryanto mengungkapkan, mayat pertama kali ditemukan nelayan yang kemudian melapor ke Pos Kamladu.
”Dilaporkan ada mayat mengapung di Teluk Popoh. Kemudian kami bersama TNI AL, Polsek Besuki , Koramil dan Pelabuhan menuju ke TKP (tempat kejadian perkara) untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.
Setelah sampai ke lokasi penemuan mayat, lanjut Aiptu Maryanto, petugas gabungan kemudian mengevakuasi mayat ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Popoh. Dari pemeriksaan sementara, mayat sudah keadaan rusak dan tanpa identitas.
”Kondisi mayat rusak. Jenis kelaminnya juga belum diketahui. Masih menunggu pemeriksaan Inafis (Polres Tulungagung),” tuturnya.
Aiptu Maryanto juga belum bisa memberi gambaran atau kronologi lebih jauh terkait mayat yang ditemukan di tengah laut. Termasuk identitasnya. Sebelumnya tak ada laporan warga atau nelayan hilang. ”Kami menunggu informasi dari masyarakat,” timpalnya.
Namun sebelum ditemukannya mayat itu, warga menemukan tas di Kawasan pantai tak jauh dari Pantai Popoh. Di dalam tas itu ada ijazah atas nama seseorang berinisial DCI yang teridentifikasi berasal dari Kabupaten Jombang.
Selain juga ditemukan sebuah telepon genggam serta kartu tanda penduduk (KTP) di Desa Gamping Kecamatan Campur Darat. KTP yang ditemukan itu atas nama DCI dengan alamat Kabupaten Jombang.
Keluarga DCI saat menerima barang-barang temuan tersebut membeberkan jika DCI sudah empat bulan bepergian. Ia meninggalkan rumah dengan alasan mencari pekerjaan.
Polisi sampai saat ini belum bisa memastikan sosok dari mayat yang ditemukan di tengah laut Pantai Popoh. Termasuk apakah mayat ini adalah DCI. [wed.fen]




