28 C
Sidoarjo
Thursday, October 1, 2026
spot_img

BWI Dilantik, Cak Sandi Tekankan Pengelolaan Wakaf yang Produktif dan Amanah

Kota Mojokerto, Bhirawa. – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi atau Cak Sandi menekankan pentingnya pengelolaan wakaf secara produktif dan amanah agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Cak Sandi saat menghadiri Pelantikan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Mojokerto Masa Bakti 2026-2029 di Pendopo Sabha Kridhatama, Rumah Rakyat, Kamis (1/10).

Dalam kesempatan tersebut, Cak Sandi mengatakan, wakaf tidak seharusnya hanya dipahami sebagai pemberian aset untuk kepentingan keagamaan. Lebih dari itu, aset wakaf perlu dikelola dengan baik dan dikembangkan secara produktif sehingga mampu memberikan manfaat yang terus berkelanjutan. Menurutnya, aset yang telah diwakafkan merupakan pokok yang harus dijaga, sedangkan hasil atau manfaat dari aset tersebut perlu dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.

Ia mengibaratkan pengelolaan wakaf seperti pohon mangga. Pohon sebagai pokok harus dirawat dan dijaga, sehingga dapat terus menghasilkan buah yang memberikan manfaat. “Pokoknya harus tetap dijaga, tetapi manfaatnya harus terus diberikan. Jangan sampai aset wakaf yang sudah ada tidak terawat sehingga semakin lama manfaatnya berkurang,” tutur Cak Sandi.

Cak Sandi juga mendorong BWI bersama Pemerintah Kota Mojokerto untuk memperluas edukasi mengenai wakaf kepada masyarakat, termasuk mengenalkan wakaf uang sebagai salah satu bentuk wakaf yang dapat diakses lebih luas.

Menurutnya, keterbatasan ketersediaan tanah menjadi salah satu alasan perlunya masyarakat mendapatkan pemahaman mengenai alternatif wakaf. Dengan wakaf uang, masyarakat tetap dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing. “Orang harus punya akses yang mudah untuk berkontribusi dalam wakaf. Ketika tanah mulai terbatas, salah satu pilihannya adalah wakaf uang,” katanya.

Berita Terkait :  Birokrasi Berdampak, Pemprov Jatim Sosialisasikan Kebijakan Reformasi 2026

Selain itu, Cak Sandi mengusulkan agar edukasi mengenai wakaf mulai dikenalkan sejak lingkungan sekolah. Menurutnya, kebiasaan berbagi dan beramal perlu ditanamkan sejak dini kepada siswa maupun orang tua. Dengan demikian, wakaf dan sedekah diharapkan tidak hanya dipahami sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan wakaf. Pelaporan secara rutin dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan aset maupun dana wakaf.

Ke depan, Cak Sandi berharap dapat dikembangkan platform sederhana yang memudahkan masyarakat untuk berwakaf sekaligus mengetahui pemanfaatan dana atau aset yang telah dipercayakan. “Yang penting bukan hanya pembayarannya, tetapi bagaimana wakaf itu bisa dilaporkan secara teratur. Karena apa pun yang namanya wakaf, itu berhubungan dengan kepercayaan,” jelasnya.

Cak Sandi menambahkan, Pemerintah Kota Mojokerto siap berjalan bersama BWI dalam mengembangkan pengelolaan wakaf agar semakin tertata, amanah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap manfaat wakaf dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya kelompok yang paling rentan.

“Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya mengucapkan selamat kepada pengurus BWI yang dilantik. Selamat mengemban amanah. Semoga wakaf yang dikelola semakin tertata, semakin amanah, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” pungkasnya.[oky.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!