Pemprov Jatim, Bhirawa. – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur menyiapkan sekitar 2.000 lowongan kerja dalam job fair pada Oktober 2026, dan lowongan tersebut berasal dari 28 perusahaan yang telah dikurasi serta dipastikan mengikuti kegiatan.
Kadisnakertrans Jatim Sigit Priyanto melalui Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Jatim, Purwanti Utami mengatakan, 28 perusahaan tersebut telah melalui proses kurasi. Sebelumnya, lebih dari 70 perusahaan telah masuk dalam penjajakan untuk mengikuti job fair. “Kalau yang masuk mungkin sudah 70-an, tapi kan harus kita kurasi. Karena kalau job fair yang dilaksanakan pemerintah, kita harus melakukan kurasi,” ujar Purwanti.l, Rabu (30/9).
Kurasi dilakukan dengan memperhatikan sejumlah ketentuan ketenagakerjaan. Di antaranya kewajiban Wajib Lapor Ketenagakerjaan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta laporan penempatan pekerja. Purwanti mengatakan, perusahaan juga wajib melaporkan penempatan minimal satu bulan setelah pekerja ditempatkan. Perusahaan yang tidak memiliki laporan penempatan dapat kembali dipertimbangkan untuk mengikuti job fair.
Dari sekitar 2.000 lowongan yang tersedia, sebanyak 81 lowongan disiapkan untuk pencari kerja penyandang disabilitas. Informasi mengenai lowongan tersebut akan diperjelas berdasarkan ragam disabilitas yang dapat mengisi posisi yang tersedia. “81 lowongan ini untuk ragam disabilitas. Nanti akan kita perjelas, supaya teman-teman tidak datang ke job fair dan ternyata lowongannya tidak sesuai,” katanya.
Untuk mendukung pencari kerja penyandang disabilitas, Disnakertrans Jatim menggandeng Universitas Airlangga (Unair). Dukungan tersebut antara lain berupa pendamping bahasa isyarat dan pendampingan secara fisik melalui volunteer mahasiswa.
Selain lowongan kerja, job fair juga diarahkan membuka informasi kesempatan magang. Disnakertrans Jatim berharap kerja sama dengan Unair dapat membuka magang di BUMN maupun BUMD, dengan target sedikitnya delapan badan usaha.
Disnakertrans Jatim juga menyiapkan bus khusus pelayanan ketenagakerjaan dalam kegiatan tersebut. Layanan ini mencakup informasi pelatihan, konsultasi CV dan pekerjaan, mediasi hubungan industrial, serta informasi pengawasan dan keselamatan kerja.
Kerja sama dengan berbagai lembaga nonprofit juga terus diperluas untuk membuka akses pelatihan bagi masyarakat. Pelatihan tersebut diharapkan dapat dilakukan secara gratis dan mendukung masyarakat menuju penempatan kerja.[rac.ca]


