27 C
Sidoarjo
Tuesday, September 29, 2026
spot_img

Sidoarjo Jadi Salah Satu Daerah Kasus Serangan Stroke Tertinggi di Jatim

Sidoarjo, Bhirawa. – ASN Kabupaten Sidoarjo maupun masyarakat umum di Kabupaten Sidoarjo lainnya, harus selalu menjaga kesehatannya. Salah satunya dari serangan penyakit stroke.

Berdasarkan data epidemiologi kesehatan, Kabupaten Sidoarjo termasuk daerah yang konsisten menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus stroke tertinggi di Jawa Timur.

Jurnal Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, memberikan gambaran riwayat data dan tren kasus stroke di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Laporan epidemiologi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menempatkan Kabupaten Sidoarjo ke dalam zona merah bersama Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, dengan jumlah akumulasi kasus baru stroke melebihi 1.357 kasus per tahunnya.

Kepadatan penduduk yang tinggi, gaya hidup perkotaan, seperti kurang aktivitas fisik dan merokok, serta tingginya konsumsi makanan cepat saji, menjadi pemicu utama tingginya angka kasus penyakit stroke di Kabupaten Sidoarjo.

Sampel acak di lingkup pelayanan primer tingkat Puskesmas, menunjukkan terjadi tren peningkatan signifikan pada beberapa wilayah. Misalnya di Puskesmas Wonoayu, tercatat adanya lonjakan kasus stroke yang mengkhawatirkan, dari 231 kasus pada tahun 2022 menjadi 266 kasus hingga bulan Agustus 2024.

Mayoritas pasien berada di rentang usia 60-74 tahun dengan faktor risiko utama berupa hipertensi (73,68%), kolesterol tinggi (55,26%), dan diabetes melitus (39,47%).

Di Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, dari sebuah survei lokal menunjukkan rata-rata terdapat kasus stroke aktif yang membutuhkan bantuan perawatan self-care harian, akibat kelumpuhan ekstremitas.

Berita Terkait :  MPR RI: Sinergi APBN dan Ekonomi Nasional Jadi Kunci Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

STIKES Majapahit Mojokerto, dalam jurnalnya melaporkan urgensi penanganan cepat stroke (Time is Brain), di sejumlah rumah sakit di kabupaten Sidoarjo, kini telah memperkuat layanan siaga stroke intervensi darurat. Diantaranya adalah, penanganan berstandar internasional, misalnya di di RSU Anwar Medika Sidoarjo dan program kolaborasi siaga stroke oleh RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Di RSUD Notopuro Sidoarjo, rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo, untuk melayani pasien stroke, juga telah memiliki alur pelayanan terpadu bagi pasien stroke, mulai dari penanganan gawat darurat, hingga pemulihan jangka panjang. Adanya fasilitas ini sebagai komitmen untuk meminimalkan risiko kecacatan dan mengoptimalkan kemandirian pasien.

Kepala instalasi promosi kesehatan rumah sakit (PKRS ) RSUD Notopuro, Sidoarjo, Ika Novia SKM, menyampaikan di RSUD Notopuro Sidoarjo banyak dirawat pasien -pasien yang menderita penyakit tidak menular (PTM). Seperti jantung, stroke dan ginjal.

Bila seseorang mengalami gejala stroke akut secara mendadak, RSUD Notopuro Sidoarjo menyediakan sistem pelayanan darurat Code Stroke melalui layanan SEMeS (Sidoarjo Emergency Medical Services).

“Sistem ini memprioritaskan penanganan medis yang cepat , karena setiap menit berharga, demi mencegah kerusakan otak yang lebih luas,” kata Ika, belum lama ini, di Bale Bumi Majapahit RSUD Notopuro Sidoarjo, dalam acara screening kesehatan mengetahui tingkatan stroke , dalam peringatan hari keselamatan pasien sedunia 2026.

Nomor Darurat 24 Jam (Ambulance Rescue), yang bisa dihubungi sewaktu waktu, untuk pelayanan, serangan stroke ini , untuk telepon (031) 8056555 dan WhatsApp 031-99713119.

Berita Terkait :  Sekolah Negeri Kehilangan Murid, Publik Kehilangan Kepercayaan?

Para pasien penyakit stroke, dilayani di gedung khusus terpadu berlantai lima, yang salah satu fungsi utamanya didedikasikan untuk perawatan intensif penyakit Stroke dan Jantung.

Disampaikan, bagi pasien yang memerlukan kontrol rutin maupun deteksi dini gejala saraf, bisa mengunjungi Klinik Saraf di Poliklinik Spesialis maupun Poliklinik Eksekutif. Layanan ini ditangani langsung oleh dokter spesialis saraf.

Bagi pasien stroke yang sudah diperbolehkan pulang, RSUD RT Notopuro Sidoarjo memfasilitasi program inovasi bernama Balik Senyum. Ini adalah buku saku daring berbasis barcode digital, untuk mengedukasi keluarga pasien tentang cara merawat aktivitas harian pasien di rumah secara mandiri. (kus.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!