Gresik, Bhirawa — Di tengah meningkatnya potensi kebakaran saat musim kemarau, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sarana pendukung pemadam kebakaran di Kabupaten Gresik dinilai masih sangat terbatas. Sebagian perlengkapan bahkan harus digunakan secara bergantian oleh petugas. Kebijakan Perubahan APBD 2026 baru saja menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pengadaan APD dan perlengkapan penunjang keselamatan tersebut.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Gresik, Sulyono, mengakui keterbatasan tersebut. “Sarana dan prasarana kita memang masih banyak kekurangan — mulai sepatu khusus, APD, hingga selang. Ada juga yang sudah rusak. Baju APD belum satu orang satu, sehingga sebagian harus dipakai bergantian,” ungkapnya, Senin (28/9/2026).
Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat petugas bekerja di lingkungan berisiko tinggi. Tambahan anggaran Rp500 juta diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga setiap personel dapat dibekali perlengkapan lengkap.
“Harapannya semua anggota memiliki APD termasuk sepatu khusus. Keselamatan personel adalah prioritas utama,” ujar Sulyono.
Di sisi lain, potensi kebakaran lahan dan ilalang meningkat tajam seiring musim kemarau. Damkar telah memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi ke masyarakat, lembaga, hingga pemerintah desa. Warga diimbau tidak membakar sampah atau membersihkan lahan dengan api tanpa pengawasan, serta memastikan sisa pembakaran benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Penanganan awal juga mengandalkan Relawan Kebakaran (Redkar) yang telah dibentuk di setiap kecamatan. Ke depannya, konektivitas antara Redkar, pemerintah desa, kecamatan, dan Damkar akan diperkuat, termasuk pemenuhan peralatan dasar agar relawan dapat merespons lebih cepat sebelum petugas tiba.
Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau harus menyeluruh. “Sarana prasarana, APD keselamatan, insentif, hingga kesiapan personel semuanya harus diperhatikan. Jangan sampai petugas di garis depan justru kekurangan perlengkapan untuk melindungi diri,” tegasnya. [kim.kt]


