Gresik, Bhirawa — Keluhan masyarakat terkait keterbatasan sekolah menengah pertama negeri di wilayah selatan Gresik segera dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Pembangunan SMP Negeri berstatus unggulan direncanakan berdiri di Kecamatan Kedamean, memanfaatkan lahan hibah seluas lebih dari 1,5 hektar, dan ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menjelaskan lahan tersebut merupakan hibah dari Ciputra kepada Pemkab Gresik. Pembangunan sekolah ini menjadi langkah nyata memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan, khususnya di kawasan Kedamean yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
“Wilayah selatan memang kekurangan SMP Negeri. Keluhan ini sering disampaikan warga, terutama saat masa penerimaan siswa baru — banyak yang tidak dapat masuk karena pagu sudah penuh,” ujar Bupati dalam Rapat Paripurna DPRD Gresik.
Sekolah baru akan dibangun di kawasan sekitar Waduk Kedamean. Selain gedung sekolah, pembangunan akses jalan menuju lokasi juga menjadi prioritas, mengingat jalannya belum memadai.
“Pekerjaan akses jalan akan ditangani langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik. Saat ini masih dalam tahap evaluasi, diharapkan segera rampung,” ungkapnya.
Kepala DPUTR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, membenarkan belum tersedianya akses yang layak. Pihaknya akan membangun jalan utama menuju kawasan sekolah, memanfaatkan lahan milik pemerintah di sekitar waduk tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, dr. S. Hariyanto, menyampaikan penambahan SMP Negeri di Kedamean akan memperluas akses pendidikan di wilayah yang masih membutuhkan kapasitas tambahan. Saat ini terdapat 34 SMP Negeri di Kabupaten Gresik. Lahan yang digunakan berasal dari pemanfaatan lahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) kawasan Citraland. Rancangan dan tahapan pembangunan kini sedang disusun secara bertahap. [kim.kt]


