Gresik, Bhirawa
Beberapa sektor strategis menjadi sorotan, dalam lanjutan kerja panitia khusus (Pansus) LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Kepala Daerah tahun 2025.
Mulai dari kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga capaian indikator pembangunan yang dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Ketua Pansus LKPJ DPRD Gresik Faqih Usman mengatakan, bahwa fokus utama pansus adalah persoalan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, masuk dalam indikator kemiskinan multidimensi yang menjadi tolok ukur penting dalam LKPJ.
“Pansus hari ini dalam proses pendalaman, terhadap persoalan kinerja. Setelah ini, akan rapat secara internal untuk menentukan langkah. Serta tindak lanjut dan rekomendasinya, untuk perbaikan kinerja tahun 2026,” ujarnya.
Meski sekarang masih dalam tahap, pengumpulan dan pendalaman data sebelum merumuskan rekomendasi resmi. Selain PDAM, pansus juga mulai membuka pembahasan di sektor lain seperti migas, pendidikan, dan kesehatan.
Tapi hingga saat ini belum seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), maupun perusahaan daerah dilakukan pendalaman secara menyeluruh.
“Pada PDAM, terkait dengan pemenuhan air bersih yang menjadi salah satu indikator kemiskinan multidimensi. Sekarang di dalami pansus, lebih mendalam,” ungkapnya.
Ditambahakn Faqih Usman, bahwa dalam evaluasi LKPJ ditemukan beberapa indikator yang belum tercapai. Termasuk indikator kemiskinan multidimensi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), uang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pihak pemerintah daerah. Jika indikator yang tidak tercapai harus ditanyakan apa penyebabnya, begitu juga dengan Kinerja OPD.
Sementara anggota DPRD dari Komisi II Muhammad Kurdi yang ikut anggota pansus mengatakan, bahwa kinerja BUMD yang dinilai belum optimal, khususnya dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Untuk BUMD memiliki dua fungsi utama, yakni orientasi pelayanan (sosial) dan orientasi profit. Namun, kontribusi dalam bentuk dividen dinilai masih jauh dari harapan.
“Jika PDAM, kerja belum maksimal, untuk Gresik Migas masih mengalami kerugian. Sementara Bank Gresik, kontribusi dividennya masih sekitar Rp1 miliar,” ucapnya. [kim.dre]


