Surabaya, Bhiarawa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperluas jejaring global dengan kolaborasi bersama Bond University, Australia untuk menguatkan riset tentang Artificial intelligence (AI) dan psikologi di Gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.
Pada forum tersebut melahirkan kesepakatan awal untuk mengeksplorasi kerja sama nyata, khususnya pada pengembangan machine learning yang akan melibatkan tim AI Unesa, Senin (13/4).
Kepala Subdirektorat Kemitraan dan Promosi Global, Slamet Setiawan mengukapkan Unesa menyiapkan dukungan dana untuk kolaborasi tidak berhenti di atas kertas, nantinya dana tersebut dialokasikan untuk riset kolaboratif, penulisan hibah bersama (joint grant), hingga publikasi makalah ilmiah internasional. “Fokus kami ialah aktivitas konkret yang berdampak langsung pada atmosfer akademik dan reputasi penelitian di kedua universitas,” jelasnya.
Lanjut Slamet menjelaskan pertemuan menjadi bagian dari semangat Unesa untuk selalu menjadi “one step ahead” dalam membangun jejaring global. “Kedua institusi segera menggelar pertemuan daring untuk memfinalisasi detail teknis pertukaran mahasiswa dan dosen guna memberikan pengalaman akademik lintas negara yang lebih kaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kedatangan pakar Psikologi dan Pemodelan Komputasi dari Bond University, Profesor Ahmed Abdel Halim Moustafa menyapaikan bahwa wawasan berharga bagi para dosen dan mahasiswa Unesa yang membidik studi lanjut jenjang doktoral di luar negeri.
“Keberhasilan meraih beasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga strategi komunikasi dan relevansi riset, pentingnya menggunakan email institusi dalam korespondensi dengan calon supervisor supaya tidak dianggap sebagai pesan sampah (spam), riset yang diajukan harus selaras dengan National Priority Research Area di negara tujuan, seperti isu perubahan iklim atau AI, karena alokasi dana pemerintah sangat bergantung pada prioritas tersebut,” katanya. [ren.wwn]


