DPRD Jatim, Bhirawa
Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan. Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa perempuan masa kini harus berani tampil, berdaya, dan mengambil peran strategis, termasuk di ruang publik dan politik.
Menurutnya, semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata yang mendorong kesetaraan dan kemandirian perempuan.
“Perempuan hari ini harus percaya diri, mandiri, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Kartini sudah membuka jalan, sekarang tugas kita melanjutkan dengan karya dan kontribusi nyata,” ujar Sri Wahyuni saat menggelar pertemuan rutin Pengurus dan anggota PKK di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Minggu (12/4).
Politikus Partai Demokrat ini juga mengapresiasi para sebagai pejuang keluarga yang aktif di PKK. Atas kegetolannya dalam menggerakkan PKK, Sri Wahyuni memberikan sembako.
Ia menilai, perempuan Jawa Timur memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di sektor pendidikan, ekonomi, maupun pemerintahan. Namun demikian, masih dibutuhkan dukungan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya perempuan.
Sri Wahyuni juga mendorong agar perempuan tidak ragu terjun ke dunia politik. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam pengambilan kebijakan sangat penting untuk memastikan perspektif gender terakomodasi dengan baik.
“Semakin banyak perempuan di ruang pengambilan keputusan, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara luas,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penguatan peran perempuan dalam keluarga sebagai fondasi utama pembangunan karakter bangsa. Perempuan, kata dia, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berintegritas.
Di momen Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang, Sri Wahyuni mengajak seluruh perempuan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro untuk terus belajar, berinovasi, dan tidak takut menghadapi tantangan zaman.
“Perempuan harus terus maju, tidak hanya menjadi pelengkap, tapi juga menjadi penggerak perubahan,” pungkasnya. [geh.dre]


