Pengasuh Lirboyo, K.H. Abdul Muid Shohib.
Kota Kediri, Bhirawa.
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menyatakan kesiapannya apabila dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Sikap tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai usulan dari kalangan kiai dan masyayikh, termasuk dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso melalui pengasuhnya, K.H. Nurul Huda Djazuli.
Pengasuh Lirboyo, K.H. Abdul Muid Shohib atau Gus Muid, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengaku berterima kasih kepada para pihak yang telah mengusulkan Lirboyo sebagai lokasi forum tertinggi organisasi nahdliyin tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada K.H. Nurul Huda Djazuli dan berbagai pihak yang telah mengusulkan Lirboyo menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/4).
Meski demikian, Gus Muid menjelaskan hingga kini belum ada pembahasan internal secara formal di lingkungan pesantren. Hal itu karena belum adanya permintaan resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
“Sampai saat ini, karena belum ada permintaan resmi, pihak Lirboyo juga belum pernah secara khusus membahas hal tersebut dalam forum internal,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan komitmen kuat Lirboyo terhadap jam’iyah NU. Jika mandat diberikan, seluruh elemen pesantren siap menjalankan amanah tersebut.
“Melihat besarnya kecintaan para masyayikh Lirboyo terhadap NU, maka apabila nantinya benar-benar ditunjuk dan dipercayai, insyaAllah Lirboyo siap untuk melaksanakan amanah tersebut,” tegasnya.
Gus Muid menambahkan, Lirboyo memiliki pengalaman historis dalam penyelenggaraan Muktamar NU, yakni pada 1999. Selain itu, dari sisi sarana dan prasarana, kondisi saat ini dinilai jauh lebih memadai dibandingkan sebelumnya.
Keputusan final terkait lokasi Muktamar ke-35 NU sendiri masih menunggu hasil Konferensi Besar NU yang dijadwalkan berlangsung pada April ini.(van,nov.hel)


