Surabaya, Bhirawa
Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) minta masyarakat Madura dapat lebih bijak menyikapi isu-isu yang ada di media sosial (medsos).
Hal ini disampaikan oleh KH Syafik Rofi’i, Sekertaris Koordinator Pusat Bassra dalam acara acara Halal Bi Halal dan Bedah Buku Sejarah Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) dengan tema Potret Perjuangan Ulama Madura yang diadakan di Kantor PLN UID Jatim, Jumat (10/4/2026).
Cita-cita bersama masyarakat Madura tidak lain adalah pemerataan perekonomian dengan cara kolaborasi untuk membangun Pulau Madura. Salah satu diantaranya adalah Kawasan Ekonomi Khusus Madura.
“Banyak hal yang mustinya dapat dilakukan dengan media sosial. Kita dituntut untuk bijak dalam bersikap untuk menyikapi isu-isu yang ada di medsos,” cetus dia menambahkan.
Dalam acara tersebut juga di bahas momentum pengusulan Madura menjadi sebuah Provinsi itu jangan dijadikan alasan perpecahan. Momentum ini bisa dijadikan hal yang dapat menjadikan Madura dapat berkembang.
DR KH Aunul Abid, Koordinator Bassrah Sampang Madura menjelaskan, jangan sampai pengusulan Madura jadi Provinsi itu memicu perpecahan. Terutama dikalangan ulama dan terlebih efeknya pada rakyat.
“Jangan sampai isu itu dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir golongan yang punya kepentingan. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat membangun wilayah Madura menjadi lebih baik lagi,” cetusnya.
Menurut dia, yang mustinya disoroti adalah kenapa isu tersebut sampai menyebar dan pasti ada pihak yang ingin memanfaatkan hal tersebut.
“Intinya jangan sampai masyarakat Madura ini dipecah dan dimanfaatkan. Kedepan, sebaiknya kita berfikir bagaimana mengembangkan daerah dengan memberikan iklim investasi yang baik contohnya, bagi daerah kita, supaya daerah Madura ini jadi makin berkembang,” urainya menutup.[aya.kt]


