Surabaya, Bhirawa
Cakra Studi Global Strategis (CSGS) Universitas Airlangga menghidupkan kembali diskursus mengenai nilai-nilai sejarah dalam politik luar negeri melalui Airlangga Diplomacy Forum, Jumat (10/4/2026).
Forum akademik ini menyoroti bagaimana Semangat Bandung masih menjadi pilar utama dalam praktik diplomasi kontemporer di kawasan Afrika.
Lembaga riset di bawah naungan Departemen Ilmu Hubungan Internasional tersebut menghadirkan narasumber utama, Kartika Candra Negara, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Mozambik dan Malawi.
Dalam paparannya, Dubes Kartika mengungkapkan bahwa gagasan yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 tersebut tetap melekat kuat dalam benak para pemimpin Afrika.
Menurutnya, Semangat Bandung bukan sekadar catatan sejarah, melainkan aspek fundamental yang memicu keberanian bangsa-bangsa Afrika untuk memutus belenggu kolonialisme di masa lalu.
“Para pejabat di Afrika kerap menyebut dan membahas kembali Semangat Bandung saat saya terlibat dialog dengan mereka. Hal ini membuktikan bahwa semangat ini terus hidup dan menjadi referensi penting bagi para pemangku kebijakan di sana,” ujar Kartika di hadapan peserta yang terdiri dari pakar, akademisi, dan mahasiswa.
Ia menambahkan bahwa relevansi nilai solidaritas tersebut masih terasa hingga kini dalam menjalin hubungan bilateral yang setara dan saling menguntungkan antara Indonesia dan negara-negara di Afrika.
Melalui agenda ini, CSGS mempertegas komitmennya sebagai wadah pertukaran gagasan strategis. Visi lembaga ini berfokus pada penguatan pemahaman teoritis Hubungan Internasional melalui perspektif global yang aplikatif. [rac.kt]


