28 C
Sidoarjo
Friday, April 10, 2026
spot_img

Khofifah Tutup LKS Dikmen Jatim 2026: Target Hattrick Juara Nasional, Resmikan 50 Sekolah Baru

Surabaya, Bhirawa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah tingkat Provinsi ke-XXXIV Tahun 2026 di SMKN 12 Surabaya, Rabu (9/4) malam. Acara ini juga menjadi momentum peresmian revitalisasi dan rehabilitasi 50 unit sekolah tingkat SMA/SMK/SLB di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya LKS sebagai wadah penjaringan talenta terbaik. Tahun ini menjadi sejarah baru karena partisipasi diperluas, tidak hanya untuk SMK, tetapi juga melibatkan siswa SMA dan Madrasah Aliyah dengan total 56 bidang lomba.

“LKS ini penting untuk memetakan kompetensi anak-anak. Tahun ini kita buka untuk SMA dan MA. Saya pun mengusulkan agar di tingkat nasional nanti juga bisa melibatkan mereka, agar ruang berekspresi semakin luas,” ujar Khofifah.

Ia menilai, LKS bukan sekadar ajang adu keterampilan, melainkan cerminan kualitas pendidikan dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

“Saya melihat wajah-wajah masa depan yang siap membawa Jatim berkiprah di tingkat nasional hingga global,” tegasnya.

Target Pertahankan Gelar Juara Umum

Jawa Timur tercatat berhasil meraih gelar juara umum selama tiga tahun berturut-turut (hattrick). Untuk tahun ini, targetnya jelas: mempertahankan gelar tersebut.

“Tiga tahun berturut-turut kita juara umum, ini bukan kebetulan, tapi karena sistem yang bekerja. Tahun ini kita targetkan kembali juara umum. Bahkan saya sampaikan, kalau sudah hattrick, pialanya sebaiknya jadi milik tetap Jatim,” candanya disambut tepuk tangan peserta.

Berita Terkait :  PT INKA (Persero) Kirim Tiga Platform Lokomotif ke Australia

Gubernur juga menyoroti kesiapan lulusan SMK yang kini semakin matang. Banyak siswa yang sudah “diinden” atau direkrut perusahaan sejak masih duduk di bangku kelas 11.

“Dunia usaha dan industri adalah penentu standar. Karena itu, sinergi sangat kita jaga agar lulusan kita benar-benar siap kerja, punya keterampilan teknis yang mumpuni, serta kematangan sosial yang baik,” jelasnya.

Meski tahun 2026 menghadapi tantangan defisit anggaran sekitar Rp 4,2 triliun, Khofifah meyakini hal tersebut justru memicu kreativitas dan inovasi tanpa mengurangi kualitas prestasi.

Apresiasi dan Bantuan

Dalam kesempatan itu, selain meresmikan 50 sekolah, Khofifah juga menyerahkan bantuan senilai Rp 1 juta dan sepasang sepatu kepada 20 siswa dari keluarga pra-sejahtera.

Khofifah berpesan kepada seluruh peserta agar tidak hanya mengejar piala, tetapi menjadikan keahlian sebagai bekal hidup.

“Piala dan medali hanyalah simbol. Prestasi sesungguhnya adalah ketika keterampilan yang dimiliki mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga dan memajukan daerah,” pungkasnya. [aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!