Pemprov, Bhirawa
Federasi Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (FSP Parekraf) Jawa Timur melakukan langkah strategis dengan menggelar audiensi bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur pada Kamis (09/04).
Pertemuan yang berlangsung di kantor Disnakertrans Jatim ini dihadiri oleh perwakilan FSP Parekraf Jatim, di antaranya Michael Revy, Probo Darono Yakti, Abdoel Semute, dan Roery M Poetra.
Kehadiran mereka diterima langsung oleh Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (HIJS) Disnakertrans Jatim, Sugeng Lestari, yang didampingi Kepala Seksi Pengembangan dan Pemasaran, Hery Amrizal.
Sebagai organisasi yang baru terbentuk, FSP Parekraf Jatim memandang Disnakertrans sebagai stakeholder kunci dalam kapasitasnya sebagai regulator dan eksekutor kebijakan ketenagakerjaan.
“Kami perlu bersinergi dengan pihak terkait. Disnakertrans Jatim memiliki peran strategis bagi kami untuk memastikan kebijakan ketenagakerjaan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berjalan optimal,” ujar Probo Darono Yakti.
Dalam kesempatan tersebut, FSP Parekraf memaparkan berbagai program kerja yang telah dijalankan, terutama yang berfokus pada perlindungan pekerja. Salah satu poin krusial yang ditekankan adalah mendesaknya pembahasan mengenai kejelasan apresiasi dan honorarium bagi pekerja sektor ekonomi kreatif (Ekraf).
FSP Parekraf Jatim menyoroti perlunya kajian mendalam bersama pemangku kebijakan lintas sektoral agar kasus-kasus ketidakadilan upah, seperti yang menimpa Amsal Sitepu di Karo baru-baru ini, tidak terjadi di Jawa Timur.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnakertrans Jatim Sugeng Lestari menyatakan kesiapan Disnakertrans Jatim untuk berkolaborasi. Ia berharap FSP Parekraf dapat menjadi wadah yang efektif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.
“Kami siap bersinergi. Harapannya, organisasi ini berperan penting dalam mewujudkan kesejahteraan para anggotanya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Sugeng.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pembuka bagi kolaborasi yang lebih konkret di masa depan demi tercapainya kemakmuran bagi para pekerja Parekraf di seluruh wilayah Jawa Timur. [rac.gat]


