Tulungagung, Bhirawa
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung pada tahun 2026 ini membuka tiga program studi (prodi) baru. Tiga prodi baru itu semuanya berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ketua Pusat Layanan Admisi dan Promosi UIN SATU Tulungagung, Khilman Rofi Azmi, Kamis (9/4), mengungkapkan pembukaan pendaftaran mahasiswa baru ketiga prodi tersebut akan dilakukan melalui jalur seleksi mandiri. “Jadi pada tahun ini untuk tiga prodi baru pendaftaran mahasiswa barunya melalui jalur mandiri,” ujarnya.
Ada pun ketiga prodi baru itu, menurut Azmi, masing-masing adalah program S-1 Sain Data, S-1 Teknologi Hasil Pangan dan S-1 Informatika. Semuanya dibawah naungan Kemendiktisaintek, selain juga program S-1 Hukum Bisnis yang telah dibuka sebelumnya.
“Di UIN SATU dengan dibukanya tiga prodi baru itu, sekarang ada empat prodi yang dibawah naungan Kemendiktisaintek. Sedang prodi lainnya dibawah naungan Kementerian Agama,” paparnya.
Azmi mengakui UIN SATU Tulungagung telah mengajukan pembukaan 10 prodi baru pada Kemendiktisaintek untuk melengkapi prodi umum di universitas negeri satu-satunya di Tulungagung itu. “Dari 10 prodi itu, baru tiga yang disetujui. Kemudian ada tiga prodi lagi yang kemungkinan sebentar lagi juga disetujui, yakni S-1 Gizi, S-1 Bisnis Digital dan S-1 Ilmu Keolahragaan,” paparnya.
Rencananya, pembukaan pendaftaran mahasiswa baru untuk tiga prodi baru akan dilakukan setelah pelaksanaan dan pengumuman kelulusan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). Yakni, pada akhir Juni 2026 mendatang.
Sebelumnya, Azmi membeberkan untuk hasil SPAN-PTKIN, UIN SATU Tulungagung menerima 4.235 mahasiswa baru dari 12.385 calon mahasiswa yang mendaftar. “UIN SATU Tulungagung untuk SPAN-PTKIN ini masuk dalam rangking 14 besar nasional. Sedang di Jatim, masuk tiga besar, setelah Surabaya dan Malang,” terangnya.
Menjawab pertanyaan, Azmi menyebut UIN SATU Tulungagung pada tahun 2026 secara keseluruhan akan menerima sebanyak 5.000 mahasiswa baru. Penerimaan melalui tiga jalur, yaitu SPAN-PTKIN, UM-PTKIN dan mandiri.
“Komposinya 30 persen dari SPAN PTKIN, kemudian 40 persen dari UM-PTKIN dan 30 persen lagi dari mandiri. Dan saat ini kami pun mempunyai mahasiswa dari Thailand sebanyak 15 mahasiswa,” pungkasnya. [wed.wwn]


