27 C
Sidoarjo
Thursday, April 9, 2026
spot_img

Pemkab Bojonegoro Minta Calon Kepsek Komitmen Tekan Angka ATS


Bojonegoro, Bhirawa
Pemkab Bojonegoro memperkuat upaya penanganan anak tidak sekolah ( ATS) dengan menekankan komitmen para calon kepala sekolah. Langkah ini ditempuh untuk menekan jumlah anak tidak sekolah yang hingga kini masih mencapai ribuan.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan hal tersebut saat memimpin apel aparatur sipil negara, Kemarin Kamis (8/4). Ia menyebutkan, peran kepemimpinan di satuan pendidikan menjadi kunci dalam memastikan anak-anak tetap mengenyam pendidikan.

Pemkab Bojonegoro telah mengundang seluruh calon kepala sekolah jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama untuk membangun komitmen bersama. Dari proses tersebut, sebanyak 214 kepala sekolah akan ditetapkan secara definitif. “Ada target yang harus dicapai. Saat ini masih terdapat 5.610 anak tidak sekolah. Mereka harus siap berkomitmen. Jika tidak sanggup, lebih baik mengundurkan diri sejak awal,” ujar Nurul.

Ia menambahkan, komitmen tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga disertai konsekuensi. Dalam kesepakatan yang dibangun, calon kepala sekolah siap mundur atau didemosi apabila tidak mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.

Menurut Nurul, keberhasilan menekan angka putus sekolah tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada peran keluarga. Ia menilai, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan arah masa depan anak.

Di tengah tantangan sosial saat ini, pengawasan terhadap pergaulan remaja dinilai semakin penting. Fenomena gaya hidup konsumtif dan penggunaan gawai secara berlebihan menjadi perhatian, karena dapat memengaruhi motivasi belajar anak.

Berita Terkait :  Usung Pawai Taaruf Semarakkan Pembukaan MTQ ke-XXXI

“Orang tua harus memberikan pembinaan kepada anak-anaknya. Jangan dibiarkan tanpa kontrol. Anak-anak perlu diajari hidup sederhana, bekerja keras, dan memahami bahwa mencari uang itu tidak mudah,” katanya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian anak usia sekolah yang mulai terpengaruh gaya hidup berlebihan, baik dari segi penampilan maupun penggunaan teknologi. Kondisi ini, menurutnya, tidak lepas dari kurangnya pendampingan dari lingkungan keluarga.

Lebih jauh, Nurul mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif dalam menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, dan tanggung jawab sejak dini. Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal menghadapi masa depan. [bas.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!