Surabaya, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) saat ini tengah fokus meningkatkan sumber daya manusia dengan berbagai program terobosan, diantaranya adalah Program Beasiswa Keagamaan yang digagas oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Kaboel Widodo, Koordinator Substansi Bina Mental & Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menjelaskan, jika Program Beasiswa keagamaan ini dilakukan dengan melalui mekanisme bantuan hibah Pemprov Jatim.
“Pemberian Program Beasiswa Keagamaan ada di Biro Kesra. Untuk teknis ada di Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD). Lalu, untuk pengajuan dan semua usulan masuk dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI),” cetus Widodo kepada Bhirawa, Kamis (9/4/2026).
Terkait usulan dan pengajuan, sambung Widodo, sudah dilakukan pada 2025 yang lalu.
“Jadi satu tahun sebelumnya sudah diusulkan, Untuk program Beasiswa Keagamaan ini masuk masa implementasi di 2026, saat ini usulan sudah ditutup,” terangnya lagi.
Lantas, Widodo menjabarkan, untuk program beasiswa bagi Daurah Marhalah Ula (DMU) ada sebanyak 60 Mahasantri dari 3 Ma’had Aly (Mahat Ali) atau lembaga pendidikan tinggi pesantren yang ada di dalam Pondok Pesantren (Ponpes) di Jatim untuk program pendidikan sarjana S1 atau M1 (Magister).
“Berikutnya adalah program beasiswa bagi Marhalah Tsaniyah atau beasiswa bagi program pendidikan bagi sarjana S2 yang diikuti oleh 45 orang,” kupas Widodo.
Kemudian ada program beasiswa bagi 27 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kuota bagi 540 mahasiswa penerima program beasiswa. Lalu ada program Beasiswa Keagamaan di 19 PTKI yang di ikuti oleh sebanyak 285 Mahasiswa penerima Beasiswa Keagamaan Sarjana S2. Selanjutnya ada program beasiswa Doktoral atau S3 yang ada di 7 PTKI untuk 80 mahasiswa penerima beasiswa Doktor S3.
“Dalam program Beasiswa Keagamaan ini juga diikuti oleh 1 Perguruan Tinggi Luar Negeri, yaitu Universitas Kairo yang ada di Mesir. Tercatat, ada 30 mahasiswa penerima beasiswa yang akan melanjutkan sekolah disana,” paparnya.
Kemudian, ada juga 4 Perguruan Tinggi Program Studi Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) bagi 16 mahasiswa penerima Beasiswa Keagamaan.
“Total ada sekitar 1.096 dari 64 Perguruan Tinggi di Jawa Timur yang ikut dalam Program Beasiswa Keagamaan ini,” urainya.
Untuk proses seleksi, Widodo menjelaskan bahwa proses tersebut telah dilakukan dalam beberapa tahap. Pada tahap pertama seleksi dilakukan penjaringan melalui tes tulis.
“Tahap berikutnya ada tes baca kitab dan wawasan kebangsaan. Untuk seleksi ini secara teknis ada di LPPD,” imbuh Widodo.
Terkait pelaksanaannya, Widodo menuturkan bahwa program ini nantinya akan secara langsung dilauncing oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur.
“Ini kita sedang proses launching sembari menunggu petunjuk Bu Gubernur. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah terlaksana,” pungkas Widodo.[aya.kt]


