30 C
Sidoarjo
Thursday, April 2, 2026
spot_img

Bupati Tulungagung Dukung UIN SATU Selenggarakan Rakorwil Aliansi DEMA PTKIN se-Jawa dan Nusra

Tulungagung, Bhirawa

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mendukung dan mengapresiasi penyelangaraan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN) se- Jawa dan Nusa Tenggara (Nusra) di Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, Kamis (2/4).

Ia  berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah, utamanya di Tulungagung.

“Kegiatan ini sangat penting karena  berkaitan dengan lingkungan hidup,” ujar Bupati Gatut Sunu usai pembukaan acara yang berlangsung di lantai 5 Gedung Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah UIN SATU Tulungagung.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Tulungagung ini juga menyebut rakorwil yang bertajuk ekoteologi untuk aksi nyata menjawab krisis lingkungan dan peradaban di era mahasiswa merupakan forum strategis untuk konsolidasi gerakan mahasiswa, serta membangun jejaring kepemimpinan mahasiswa PTKIN di wilayah Jawa dan Nusra.

Terlebih lagi, sebagai generasi intelektual dan calon pemimpin masa depan, mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, serta menjadi agen perubahan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Saya percaya bahwa keberadaan organisasi mahasiswa, khususnya DEMA PTKIN, akan mampu menjadi wadah aspirasi, sekaligus sebagai motor penggerak perubahan yang konstruktif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” paparnya.

Ia pun berharap penyelenggaraan rakorwil menjadi proses moral-intelektual yang bisa melahirkan gagasan-gagasan strategis dan berdampak nyata bagi masyarakat. Terlebih, Pemkab Tulungagung senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa.

Berita Terkait :  Kontingen Bojonegoro Lampaui Target di Porprov IX Jawa Timur 2025

“Kami selalu menyediakan diri untuk berdiskusi bersama dalam berbagai bidang, baik pendidikan, sosial, ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat.

Kami percaya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor UIN SATU Tulungagung, Prof Dr Abd Aziz menyatakan pentingnya penerapan ekoteologi. Saat ini, menurutnya banyak orang yang meninggal dunia akibat kekurangan oksigen daripada yang meninggal dunia karena perang.

Bahkan ia menyebut UIN SATU Tulungagung sudah tidak lagi menggunakan kertas saat mahasiswa sedang membuat skripsi, tesis atau desertasi.

“Kalau tetap memakai kertas berapa pohon yang harus ditebang untuk buat kertas. Padahal jumlah mahasiswa UIN ribuan,” ucapnya.

Hadir pula dalam Rakorwil Aliansi DEMA PTKIN) se- Jawa dan Nusa Nusra ini Wabup Tulungagung, Ahmad Baharudin dan perwakilan Forkopimda Tulungagung. Selain juga Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelejen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!