Jember, Bhirawa
Bupati Jember, Jawa Timur Muhammad Fawait mengatakan optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) menjadi kunci untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan stunting di wilayah setempat.
“Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan program UHC,” katanya dalam keterangan di kabupaten setempat, Rabu.
Selain AKI, kata dia, langkah itu juga menjadi strategi krusial untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan prevalensi stunting yang masih menjadi tantangan di tahun 2026.
“Akses kesehatan yang merata merupakan pondasi utama kesejahteraan warga di Jember,” katanya.
Ia mengatakan program UHC bukan sekadar pemenuhan administrasi kesehatan, melainkan bentuk ikhtiar nyata pemerintah daerah untuk menjamin kehadiran negara bagi masyarakat.
“Kami menekankan pentingnya melihat data secara komprehensif dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum tahun anggaran berakhir,” katanya.
Salah satu faktor ketimpangan saat pertumbuhan ekonomi meningkat, kata dia, adalah akses kesehatan. Dengan UHC, pihaknya meminimalisir hambatan bagi warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan medis berkualitas.
Sebagai langkah konkret jangka pendek, Pemkab Jember menyiapkan program pemeriksaan kesehatan intensif bagi ibu hamil di seluruh wilayah Jember.
“Mulai akhir April 2026, pemerintah daerah menargetkan seluruh ibu hamil sudah mendapatkan layanan pemeriksaan ultrasonografi (USG),” katanya.
Hal itu sebagai deteksi dini untuk memastikan kesehatan janin dan ibu, sehingga risiko saat persalinan bisa diminimalisir sejak awal.
Integrasi antara jaminan kesehatan dan ketersediaan tenaga kesehatan yang kompeten diharapkan mampu menciptakan ekosistem kesehatan yang tangguh.
“Dengan terpenuhinya layanan dasar itu, saya optimistis bahwa Jember tidak hanya unggul dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam kualitas hidup manusianya,” ujarnya. [ant.kt]


