28.9 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

ASN Dituntut Responsif, Bukan Sekadar Administratif

H Adi Wibowo
Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyebut di tengah-tengah deru digitalisasi dan tuntutan publik yang kian meninggi, wajah birokrasi diingatkan pada khitah dasarnya. Yakni, pengabdian yang lurus dan respons yang cepat.

Penegasan ini disampaiakn Adi Wibowo saat melantik 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Menurut Adi, pengucapan sumpah dan janji jabatan, sebuah prosesi yang menandai babak baru tanggung jawab moral sebagai abdi negara.

Kegiatan yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pasuruan di Ruang Rapat Untung Suropati pada Rabu (1/4), bukan sekadar seremonial rutin.

Pengangkatan CPNS formasi 2024 serta pejabat fungsional ini menjadi simbol regenerasi birokrasi yang diharapkan membawa napas baru bagi pelayanan publik di kota tersebut.

Wali Kota yang akrab disapa Mas Adi, memberikan penekanan mendalam pada aspek integritas.

Baginya, sumpah yang diucapkan itu merupakan ikatan batin yang harus mewujud dalam perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga kejujuran di tengah godaan jabatan.

“Pengambilan sumpah ini harus dimaknai secara mendalam. Apa yang diucapkan adalah janji yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Mas Adi di hadapan para ASN baru dan jajaran pimpinan daerah.

Dalam perspektif pembangunan daerah, integritas dipandang sebagai fondasi utama. Tanpa kejujuran, inovasi secanggih apa pun akan rapuh.

Berita Terkait :  Sidoarjo Pro Disabilitas

Mas Adi mengingatkan bahwa ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Kepercayaan publik (public trust) hanya bisa dirajut kembali jika setiap aparatur memegang teguh nilai-nilai moral dan tidak mengkhianati amanah pelayanan.

Selain benteng moral, tantangan nyata yang dihadapi birokrasi saat ini adalah kecepatan. Era keterbukaan informasi menuntut ASN untuk tidak lagi bekerja dalam pola bisnis seperti biasa (business as usual).

Masyarakat tidak lagi menunggu laporan di atas kertas, melainkan aksi nyata di lapangan.

Responsivitas menjadi kata kunci kedua yang digarisbawahi oleh Mas Adi. Di era digital, keluhan warga dapat menyebar dalam hitungan detik. Oleh karena itu, ASN dituntut kreatif dan inovatif dalam memecahkan persoalan warga.

“Kita harus responsif terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Jangan hanya bekerja secara rutinitas, tetapi harus kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan,” tegas Mas Adi.

Pesan tersebut menyiratkan bahwa ASN masa kini harus mampu menjadi pendengar yang baik sekaligus eksekutor yang lincah terhadap aspirasi publik, tanpa harus melabrak koridor regulasi yang ada.

Menariknya, dalam arahan tersebut, Mas Adi menyelipkan pesan tentang pentingnya spiritualitas dalam bekerja, yakni meluruskan niat.

Dalam birokrasi yang kerap terjebak pada persoalan teknis dan administratif, pengingat akan niat menjadi jangkar agar ASN tidak kehilangan arah.

“Niat yang tulus diyakini akan melahirkan kualitas pengabdian yang berbeda. Pelayanan tidak lagi dirasa sebagai beban pekerjaan, melainkan sebagai jalan ibadah dan kontribusi bagi kemajuan kota,” jelas Mas Adi. [hil.gat]

Berita Terkait :  Jalan Provinsi Harus Mantap untuk Mudik Lebaran

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!