Anggota DPD RI/MPR RI, Achmad Azran
DPD RI Jakarta, Bhirawa.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI/MPR RI, Achmad Azran, menyerukan pentingnya terciptanya gencatan senjata dalam konflik di Timur Tengah menjelang dan selama pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
Menurutnya, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang setiap tahunnya diikuti oleh lebih dari 2 juta umat Muslim dari berbagai negara. Dengan skala global tersebut, stabilitas keamanan kawasan, khususnya di Timur Tengah, menjadi faktor krusial dalam menjamin kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah.
“Pelaksanaan haji bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga peristiwa global yang melibatkan jutaan umat Muslim. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seluruh pihak, khususnya negara-negara yang tengah berkonflik, menghormati momentum sakral ini,” ujar pria yang biasa disapa Bang Azran.
Pria asli Betawi ini menilai bahwa musim haji dapat menjadi momentum strategis untuk mendorong dimulainya proses perdamaian, setidaknya melalui gencatan senjata sementara. Langkah ini dinilai penting guna memberikan ruang bagi stabilisasi keamanan dan pemulihan kondisi di kawasan.
Selain aspek keamanan, Achmad Azran juga menyoroti dampak ekonomi global akibat konflik yang berkepanjangan. Kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar minyak yang dalam beberapa bulan terakhir mengalami fluktuasi signifikan di pasar internasional, berpotensi meningkatkan biaya perjalanan haji secara keseluruhan. Kondisi ini tentu akan berdampak langsung pada beban biaya yang harus ditanggung oleh calon jemaah.
“Ketidakstabilan geopolitik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan transportasi global. Jika konflik tidak segera mereda, maka biaya penyelenggaraan ibadah haji berpotensi meningkat dan memberatkan jemaah,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar Indonesia, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dapat mengambil peran lebih aktif dalam upaya diplomasi internasional. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dan legitimasi moral untuk menjadi bagian dari upaya mendorong terciptanya gencatan senjata.
“Indonesia memiliki kapasitas diplomatik dan posisi yang kuat di dunia internasional. Saya berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam mendorong dialog dan menjadi bagian dari solusi perdamaian,” tambahnya.
Ayah empat anak tiga cucu itu pun berharap, melalui upaya kolektif masyarakat internasional, khususnya negara-negara yang memiliki pengaruh global, pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan.
“Semoga momentum haji tahun ini dapat menjadi titik awal bagi terciptanya perdamaian, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah dalam menjalankan ibadah,” tutupnya. [ira.hel].


