27 C
Sidoarjo
Thursday, March 26, 2026
spot_img

Kemenkes: Campak Turun Sekitar 95 Persen Dari Minggu Pertama 2026

Jakarta, Bhirawa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pada minggu ke-11 2026, terdapat 177 suspek dan 121 kasus campak, menunjukkan penurunan sebesar sekitar 95 persen dari minggu pertama yakni sebesar 2.740 suspek dan 2.268 kasus.

“Setelah minggu ke-3, tren mingguan menurun bertahap hingga minggu ke-11, di mana jumlah suspek menurun menjadi 177 suspek, dan kasus campak menjadi 121 kasus, menandakan penurunan sekitar 94-95 persen dari puncak minggu ke-1,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman, di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan, sampai minggu ke-9 2026, kasus campak sebanyak 8.716 dengan suspek 10.826, dan pemerintah menggencarkan imunisasi di berbagai daerah guna tindak lanjut pencegahan.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengkonfirmasi di Jakarta, Sabtu (14/3), bahwa pada minggu ke-9, terdapat penambahan sebanyak sekitar 500 kasus. Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian, dan pada minggu ke-7, terdapat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian.

Sebelumnya, Andi mengatakan di Jakarta, Jumat (13/3) bahwa turunnya penambahan suspek dan kasus tersebut pada minggu ke-9 adalah karena imunisasi dan edukasi yang masif tentang pola hidup bersih dan sehat.

Dia juga menyebutkan bahwa terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Berita Terkait :  Selekda WS ASEAN Competition, Upaya Kemnaker Dukung Kompetensi Tenaga Kerja

“Tren mingguan kasus campak dan konfirmasi laboratorium di 11 provinsi terdampak KLB tahun 2026, sebagian besar menunjukkan penurunan kasus kecuali Provinsi NTB (Kab. Bima dan Kota Bima) yang masih menunjukkan kasus yang tinggi,” katanya.

Adapun 10 kabupaten dan kota dengan jumlah suspek dan kasus tertinggi pada 2026 antara lain Tangerang Selatan, Bima, Tangerang, Depok, Jakarta Pusat, Palembang, dan Padang.

Kemudian, katanya, data per 12 Maret 2026 menunjukkan terdapat 22 kabupaten dan kota yang sedang mengalami KLB Campak telah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) MR untuk sasaran usia 9-59 bulan.

Cakupan tertinggi adalah Pamekasan, dengan 47,93 persen, disusul Jember 38,64 persen dan Bima 22,73 persen.

Sementara itu, katanya, data per 12 Maret 2026, 5 kabupaten dan kota dengan Kasus Campak Tertinggi yang melakukan Catch Up Immunization (CuC) atau Imunisasi Kejar Serentak Campak-Rubela (MR).

Cakupannya yakni Jakarta Barat 56,4 persen, Jakarta Pusat 80,4 persen, Depok 17,3 persen, Tangerang Selatan 8,4 persen, dan Palu 5,6 persen.

“51 UPT Bidang Kekarantinaan Kesehatan mendukung Pelaksanaan Layanan Imunisasi MR berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat,” kata Andi.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya menargetkan dalam 1-2 minggu cakupan imunisasi campak dapat mencapai 95 persen sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026.

“Nah hari ini sudah jalan satu minggu. Saya ngeliat hasilnya penetrasinya bagus. Angka pastinya saya belum dapat. Tapi memang kita ngejar ini kalau bisa sebelum Lebaran,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Kamis (12/3). [ant.kt]

Berita Terkait :  Sejumlah BUMN Berpotensi Delisting Saham, Komisi VI DPR RI Ingatkan Pentingnya Restrukturisasi Perusahaan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!