Brussel, Bhirawa
Uni Eropa (EU) mengikuti perkembangan di Iran dan kawasan Timur Tengah dan telah menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin, demikian disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, dalam pernyataan yang dikeluarkan atas nama blok tersebut pada Minggu (1/3).
Pernyataan tersebut menyerukan pengendalian diri semaksimal mungkin, perlindungan warga sipil, dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum humaniter internasional, serta memperingatkan bahwa Timur Tengah berisiko mengalami kerugian besar akibat perang berkepanjangan.
UE mengatakan akan terus berkontribusi dalam upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi jangka panjang guna mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. UE menekankan pentingnya kerja sama penuh Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) dan kepatuhan terhadap kewajiban hukumnya berdasarkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir dan Perjanjian Pengamanan Komprehensif.
Memperingatkan soal meluasnya dampak konflik, pernyataan itu menyebut apa yang terjadi di Iran tidak boleh memicu eskalasi yang dapat mengancam Timur Tengah, Eropa, dan kawasan lainnya, dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi, termasuk di bidang ekonomi
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa gangguan terhadap jalur perairan penting seperti Selat Hormuz harus dihindari.
Kallas memimpin sebuah konferensi video darurat antara para menteri luar negeri EU pada Minggu untuk membahas Iran dan perkembangan yang berlangsung dengan cepat di seluruh Timur Tengah. [ant.kt]


