27 C
Sidoarjo
Monday, February 23, 2026
spot_img

Tiga Mahasiswa ISTTS Surabaya jadi GSA, Edukasi AI untuk Generasi Muda


Surabaya, Bhirawa
Menuntut generasi muda tidak sekadar menjadi pengguna, tapi juga agen perubahan pada Artifisial Intelegensia (AI), tiga mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (ISTTS) menjadi Google Student Ambassador (GSA) di Indonesia.

Tiga mahasiswa terpilih jadi GSA antara lain Alexia Valerie Wibowo, Trevis Artagrantdy Kurniawan, Innani Fiddinillah, mereka bagian dari 800 mahasiswa terpilih dari total 1.200 pendaftar se-Indonesia, para duta ini memiliki tanggung jawab besar dengan memberikan edukasi kepada rekan sejawat mengenai pemanfaatan alat-alat AI seperti Gemini, Canvas, hingga Nano Banana guna meningkatkan kreativitas dan efisiensi belajar, Senin (23/2).

Trevis Artagrantdy Kurniawan mengatakan berawal iseng mendaftar melalui formulir digital, selanjutnya berhasil melewati serangkaian seleksi ketat, termasuk tantangan pembuatan konten edukasi mengenai teknologi AI Gemini di media sosial Instagram.

“Sebagai duta mahasiswa memikul tanggung jawab besar untuk memperkenalkan produk-produk terbaru Google, khususnya teknologi Gemini yang tengah naik daun pada rekan sejawat dan masyarakat luas, meyakini banyak fitur canggih yang belum dieksplorasi secara optimal untuk membantu produktivitas sehari-hari,” jelanya.

Lanjut Trevis menjelaskan bahwa fokus pada spesialisasi mobile developing dan Artificial Intelligence (AI), melihat GSA sebagai sarana memperkuat personal branding dan memperluas koneksi professional.

“Manfaat ekonomi bukanlah prioritas utama dibandingkan dampak sosial yang bisa diberikan melalui komunitas antar universitas, berharap jadi pemantik motivasi bagi mahasiswa lain di Surabaya terus mengejar prestasi di level internasional serta aktif berkontribusi dalam ekosistem teknologi global,” ujar Trevis.

Berita Terkait :  Tim TDB UM, Pulihkan Trauma Lansia dan Anak Korban Banjir Sumbar

Alexia Valerie Wibowo, menceritakan perjalanannya jadi duta teknologi bermula dari bidang desain dan keterlibatannya sebagai asisten digital marketing di kampus, melalui bimbingan dosen, kemudian terpilih mengikuti serangkaian kegiatan di kantor pusat Google Jakarta.

“Tugas kami memberikan edukasi melalui konten, salah satunya bagaimana mengatur jadwal yang efisien bagi mahasiswa yang sibuk menggunakan Gemini,” pungkas Alexia.

Alexia berkomitmen terus belajar supaya tidak ketinggalan zaman dan dapat menyampaikan informasi teknologi yang benar kepada masyarakat, diharapkan menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa terutama pada bidang DKV, lebih adaptif terhadap perangkat teknologi modern dalam menunjang produktivitas dan karya seni mereka.

“AI belajar dari data, semakin banyak yang menggunakan maka akan semakin pintar, Namun kendali tetap ada pada kita sebagai pengontrolnya, kreativitas dan ide dasar tetap berasal dari manusia,” ungka Alexia.

Sementara itu, Innani Fiddinillah menambahkan sebagai bagian dari 800 mahasiswa terpilih, para duta tidak hanya sekadar gelar, kita mendapatkan pelatihan intensif selama satu semester penuh.

“Selain mendapatkan pelatihan cara melakukan prompting yang baik serta bagaimana menuangkan ide kreatif menggunakan teknologi Gemini secara maksimal, juga mendapatkan fasilitas eksklusif berupa akses Gemini Pro gratis selama satu tahun untuk mendukung pembuatan konten dan proyek akademik,” imbuhnya

Innani mengigatkan AI memang sangat kuat dampaknya, termasuk bagi UMKM, kita penguna harus bisa menyesuaikan diri supaya bisa menggunakannya secara bijaksana tanpa harus kehilangan kemandirian. [ren.wwn]

Berita Terkait :  Kali Ketiga, Kota Batu Raih Kota Layak Anak

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru