27 C
Sidoarjo
Sunday, February 22, 2026
spot_img

Menyeruput Ledre dalam Secangkir Kopi, Inovasi Anak Muda Bojonegoro

Bagi masyarakat Bojonegoro, ledre bukan sekadar jajanan. Camilan tipis dan manis itu telah lama menjadi oleh-oleh khas Bojonegoro. Namun di tangan seorang barista muda, ledre menjelma menjadi sesuatu yang tak biasa racikan kopi dengan cita rasa khas tradisional.

Oleh :
Achmad Basir, Kab Bojonegoro

Adalah Anang Ma’ruf (33), pemuda asal Desa Purwosari, yang memadukan ledre ke dalam minuman kekinian. Kopi Ledre, demikian ia menamainya, lahir dari perjalanan panjangnya di dunia kopi yang telah ia tekuni sejak 2008.

Kota Bogor menjadi tempat pertama Anang belajar sekaligus merintis usaha. Selama 13 tahun ia membangun coffeeshop dan memiliki pelanggan tetap. Pada 2021, ia memutuskan pindah ke Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, untuk melanjutkan usahanya.

“Tepat 2021 saya pindah ke Cepu. Di Bogor sudah 13 tahun,” ujarnya,(19/2).

Dua tahun berselang, ia mendapat tawaran kerja sama di Kokobo Dander Forest. Di lokasi wisata itu, kreativitasnya berkembang. Ia menciptakan minuman khas seperti Banyu Biru yang terinspirasi sumber mata air Dander dan Padang Mbulan yang terinspirasi cahaya bulan purnama.

Namun keinginan untuk pulang dan membangun usaha di kampung halaman tak pernah padam. Anang pun membuka kedai sendiri berlokasi ditengah kota. Tepatnya Jalan Diponegoro, Gang Jiken Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kota Bojonegoro bernama Deulleuda Coffee.

Di kedai inilah gagasan lama tentang Kopi Ledre akhirnya diwujudkan. Ia mengaku butuh waktu dua bulan untuk menyempurnakan rasa agar benar-benar menyerupai karakter ledre asli.

Berita Terkait :  Resmikan Jembatan Kalidawir dan Kawasan Kuliner Halal Pasar Sore Lama

“Ide Kopi Ledre sebetulnya sudah lama. Tapi menyempurnakan flavor supaya mirip persis itu butuh proses,” katanya.

Tak hanya Kopi Ledre, Anang juga menghadirkan inovasi lain berbasis jajanan tradisional seperti Kopi Apem, Kopi Nogosari, Kopi Getuk Lindri, hingga Kopi Klepon. Meski demikian, Kopi Ledre menjadi menu paling diminati dan identitas utama kedainya.

Sejak diperkenalkan pada 2025, Kopi Ledre viral di media sosial, termasuk TikTok. Kaum muda berdatangan untuk mencicipi. Bahkan mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, turut berkunjung.

“Beliau tak menyangka ledre bisa dijadikan kopi,” tutur Anang.

Kesuksesan itu bukan tanpa tantangan
“Belajar kopi itu tidak ada ujungnya. Dunia kopi selalu berkembang dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Sebagai guru ekstrakurikuler barista di SMAN 1 Dander, Anang juga mendorong generasi muda berani berinovasi dan mengangkat potensi lokal. Ia percaya kopi bisa menjadi medium memperkenalkan identitas daerah.

Ke depan, ia telah menyiapkan produk baru kopi susu ender-ender, terinspirasi makanan khas Bojonegoro lainnya.

Bagi Anang, Kopi Ledre bukan sekadar minuman. Ia adalah pertemuan antara warisan rasa dan seni meracik kopi. Sebuah ikhtiar agar Bojonegoro tak hanya dikenal sebagai kota migas, tetapi juga memiliki kopi khas yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia. [bas.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru