Pemprov Jatim, Bhirawa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim) mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menyusul penetapan Status Tanggap Darurat (STD) akibat banjir. Tiga personel diberangkatkan sejak Minggu Pagi, (22/2) dengan membawa tiga unit pompa air (alkon) untuk membantu penanganan awal di lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur melalui Kepala Seksi Logistik BPBD Jatim, Prapto menyampaikan, pengiriman TRC dilakukan untuk melakukan asesmen lapangan sekaligus mendukung percepatan penyedotan genangan air.
“Tim saat ini masih melakukan asesmen awal di lokasi. Jika terdapat kebutuhan tambahan dan ada permintaan resmi dari BPBD kabupaten, bantuan logistik akan segera diberangkatkan,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief menyampaikan banjir di wilayah Kecamatan Kraksaan menjadi yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir, dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 1,5 meter.
“Yang paling mendesak adalah normalisasi dan perbaikan infrastruktur agar dampak banjir tertangani cepat dan maksimal,” ujarnya.
Banjir di wilayah Kraksaan juga dilaporkan berdampak pada akses jalan nasional Pantura yang menjadi jalur utama mobilitas dan distribusi logistik di wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Diketahui sebelumnya, banjir menimpa lima kecamatan, yaitu Gading, Krejengan, Kraksaan, Kotaanyar dan Besuk yang disebabkan tingginya intensitas hujan pada Sabtu malam.
Selain berdampak pada akses jalan nasional, banjir juga mengakibatkan jembatan penghubung antar desa terputus dan longsor yang menimpa tiga rumah warga setempat.
Berdasarkan asesmen sementara BPBD Jatim, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 22.00 WIB menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga di Kecamatan Kraksaan. Hingga laporan terbaru, kondisi genangan cenderung stabil dan cuaca terpantau berawan.
Lokasi terdampak berada di Desa Sidomukti, Desa Seboro, dan Desa Bucor. Di Desa Sidomukti, jalan desa sempat tergenang setinggi 25 sentimeter dan saat ini dalam kondisi stabil. Sementara di Desa Seboro dan Desa Bucor masing-masing dilaporkan satu unit jembatan mengalami kerusakan.
BPBD Jatim memastikan kesiapan untuk menambah dukungan personel maupun logistik apabila hasil asesmen menunjukkan dampak meluas atau membutuhkan intervensi lanjutan dari pemerintah provinsi. [fir.kt]

