27 C
Sidoarjo
Sunday, February 22, 2026
spot_img

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Pemkab Madiun Fokus Turunkan Kemiskinan

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, SH MAk. bersama Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, MH. menggelar sahur bersama jajaran pejabat Pemkab Madiun di Pendopo Muda Graha, Sabtu (21/2/2026).

Acara ini sekaligus menjadi momentum refleksi satu tahun kepemimpinan, ditandai dengan penyerahan buku “Mendaratkan Asta Cita di Kabupaten Madiun” secara simbolis kepada perwakilan dari OPD kemudian dilanjutkan dengan sesi pemotongan tumpeng sebagai penanda satu tahun kepemimpinan. Buku tersebut berisi panduan program pembangunan daerah yang selaras dengan visi nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan capaian penting selama setahun, termasuk 28 penghargaan dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Meski begitu, Bupati menegaskan masih banyak pekerjaan rumah, diantaranya menurunkan angka kemiskinan.

Indeks Reformasi Birokrasi mencapai 85,73, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 74,47 serta Indeks Risiko Bencana turun menjadi 114,33. Pertumbuhan ekonomi komulatif triwilan III 2025 tercatat 5,14 persen dan pengangguran 3,22 persen.

“Secara capai kami bersyukut tapi belum puas. Refleksi ini jadi bahan evaluasi agar kedepan agar kedepan lebih baik lagi,” kata bupati berharap.

Memasuki tahun kedua, Mas Hari Wuryanto (sebutan akrap Bupati Madiun Hari Wuryanto) menyatakan pentingnya evaluasi rutin dan penyelarasan program daerah dengan pemerintah pusat. Karena nitu, Bupati meminta seluruh OPD memahami arah kebijkan Nasional agar selaras dengan Visi Sejahtera Bersahaja Kabupaten Madiun.

Berita Terkait :  Hadir Lagi, tiket.com Top Spender, Waktunya Menangkan Mobil dan Motor Listrik!

“Kalau program kami lancar dengan pusat, Insya’ Allah parameter yang ditentukan bisa kita capai,”ungkapnya.

Lebih lanjut bupati menyatakan, sorotan utama diarahkan pada angka kemiskinan yang masih 10.40 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Timur sekitar 9,2 persen.

Tiga kecamatan yakni Kecamatanan Saradan, Pilangkenceng dan Gemarang desebut sebagai lokus prioritas. Evaluasi akan dilakukan setiap bulan agar intervensi lebih terarah. “Lokusnya sudah ketemu, sasarannya sudah ada, tinggal tindak lanjutnya,” tegasnya.

Juga masalah lain salah satu strategi yang digenjot adalah program Sekolah Rakyat bagi keluarga miskin detail 1 dan 2 . Melalui skema bersama seluruh kebutuhan pendidikan dan biaya hidup ditangan pemerintah hingga lulus D1 agar siap kerja.

Menurut Bupati skema itu diharapkan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan. “Begitu mereka masuk Sekolah Rakyat, beban hidupnya ditanggung pemerintah, otomatis membantu mengurangi angka kemiskinan,” kata bupati.

Uniknya refleksi digelar saat sahur bersama pejabat. Waktu itu dipilih, agar para pejabat ikut merasakan perjuangan masyarakat kecil yang sudah beraktivitas sejak dini hari. Bupati ingin membangun rasa syukur dan kebersamaan diantara jajaran birokrasi.

“Sahur itu berkah. Kita cari berkah supaya pertemuan ini, ada manfaatnya dan semua senang,” ungkapnya.

Terkait kendala selama setahun memimpinnya, Hari Wuryato mengakui tantangan terbesar adalah menyatukan beragam pemikiran di internal birokrasi. Karena itu, Bupati meminta seluruh pejabat jujur pada diri sendiri dan segera memperbaiki jika melakukan kesalahan.

Berita Terkait :  Data 1.877 Honorer Pemkot Probolinggo Tuntas, Proses PPPK Masuki Tahap Akhir

“Kalau salah ya harus diakui dan kembali ke jalan yang benar, Kita maunya kolaborasi, bukan jakan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa refleksi ini bukan sekadar perayaan, melainkan evaluasi bersama agar pembangunan daerah semakin optimal. “Kuncinya kejujuran dan evaluasi. Kalau salah harus berani mengakui dan segera kembali ke jalan yang benar,”pungkas bupati mengulangi penegasannya.n [dar.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru