Sumenep, Bhirawa
Satu tahun kepemimpinan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati KH. Imam Hasyim mencatat sejumlah capaian pembangunan di berbagai sektor.
Pemerintah daerah menyebut sejumlah indikator makro hingga pelayanan dasar menunjukkan tren positif sepanjang periode tersebut. Selama satu tahun, angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep tercatat turun 0,76 persen.
Penurunan itu diklaim menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur dan dinilai mencerminkan membaiknya daya beli masyarakat. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menurun sebesar 1,64 persen, menempatkan Sumenep sebagai salah satu daerah dengan kinerja baik dalam pengendalian pengangguran di tingkat provinsi.
Kualitas hidup masyarakat turut meningkat yang tercermin dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 70,54 atau masuk kategori tinggi, seiring membaiknya akses pendidikan, kesehatan, serta standar hidup layak.
Di sektor perumahan, Pemerintah Kabupaten Sumenep merealisasikan pembangunan 286 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu maupun masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial.
Pada bidang sosial keagamaan, pemkab menyalurkan tunjangan sekitar Rp1,47 miliar kepada 1.225 guru ngaji. Para penerima juga memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan strategis terus dilakukan guna memperkuat konektivitas wilayah daratan dan kepulauan, sekaligus menunjang distribusi barang serta mobilitas ekonomi masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah daerah menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu serta merehabilitasi 45 sekolah di wilayah daratan maupun kepulauan guna meningkatkan kualitas sarana belajar.
Pada sektor kesehatan, masyarakat kini dapat mengakses layanan gratis di fasilitas kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) cukup menggunakan KTP.
“Ini hasil kerjasama semua sektor di pemerintahan kabupaten Sumenep. Semua OPD bekerja sesuai komitmen bersama,” kata Bupati Fauzi, Minggu (22/02).
Selain itu, lanjut bupati dua periode ini, status RSUD Dr. H. Moh. Anwar meningkat menjadi rumah sakit tipe B sehingga memperkuat kapasitas layanan medis dan rujukan bagi masyarakat Sumenep dan sekitarnya.
Transformasi pelayanan publik juga dilakukan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) yang menyediakan 221 jenis layanan lintas instansi. “Layanan kegawatdaruratan Call Center 112 turut diperkuat untuk mempercepat respons terhadap kondisi darurat,” tegasnya.
Sepanjang periode tersebut, katanya, Kabupaten Sumenep juga meraih 16 penghargaan tingkat regional maupun nasional sebagai bentuk pengakuan atas kinerja tata kelola pemerintahan.
Di sektor ketenagakerjaan, sebanyak 5.712 pekerja rentan dan petani tembakau kini mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan guna memperluas cakupan perlindungan sosial.
“Kami menilai capaian satu tahun kepemimpinan ini menunjukkan konsistensi arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dengan fondasi menuju daerah yang maju, adil, dan mandiri,” tukasnya.n [sul.dre]

