Kota Malang, Bhirawa
Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Al-Hikmah Universitas Negeri Malang (UM) kembali mempertegas perannya sebagai pusat spiritualitas kampus. Melalui tajuk “Kemilau Ramadan”, pengelola masjid telah menyiapkan 15 program unggulan, salah satunya adalah penyediaan 500 paket buka puasa (iftar) gratis setiap harinya bagi jamaah dan mahasiswa.
Ketua Umum Pengelola Masjid Al-Hikmah UM, Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I., mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya konkret dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas spiritual sivitas akademika.
“Inti Ramadan adalah pembentukan karakter. Kami ingin menjadikan Ramadan sebagai ‘madrasah’ bagi individu agar bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik setelah bulan suci ini berakhir,” ujar Prof. Yusuf saat ditemui di Masjid Al-Hikmah, Rabu (18/2).
Program pembagian 500 paket iftar per hari ini diprediksi akan menjadi daya tarik utama. Untuk menjaga ketertiban, pengelola akan menerapkan sistem kupon bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum yang hadir. Hal ini dilakukan guna memastikan distribusi konsumsi berjalan merata dan tepat sasaran.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengelola Masjid Al-Hikmah UM, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, S.Pd., M.Si., mengingatkan para mahasiswa agar tetap menjaga produktivitas meski sedang menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, puasa seharusnya menjadi pemacu semangat, bukan alasan untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu.
“Mahasiswa harus mampu menahan rasa malas dan kantuk. Puasa melatih kita menahan hawa nafsu, termasuk nafsu untuk tidak produktif dalam belajar,” tegas Taufiq.
Selain buka puasa bersama, agenda “Kemilau Ramadan” juga akan diwarnai dengan berbagai kegiatan edukatif dan religius. Di antaranya adalah pelatihan penulisan karya ilmiah berbasis Al-Qur’an, taksim tilawah, tartil Al-Qur’an, hingga kajian rutin yang akan mencapai puncaknya pada pelaksanaan Salat Idulfitri.
Melalui persiapan yang matang ini, pihak kampus berharap Ramadan tahun ini menjadi tolok ukur konsistensi spiritual bagi seluruh warga UM. “Ramadan adalah cermin ketakwaan kita. Kami mengajak seluruh warga kampus menyambutnya dengan kegembiraan dan kesungguhan,” pungkas Yusuf. [mut.wwn]

