26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

Ratapan Rakyat pada Reses DPRD Gresik, Berharap PT BIP Taat Prosedur

DPRD Gresik, Bhirawa
Proyek pembangunan PT. Bungah Industrial Park (BIP), proyek kawasan industri dengan cakupan lahan mencapai 356 hektar. Lokasinya berada tak jauh dari pemukiman warga di tiga desa di kecamatan Bunggah, menjadi agenda penting ratapan keluhan masyarakat. Dalam serap aspirasi masyarakat (reses), yang di lakukan anggota DPRD Gresik Husnul Fiqhan, dari fraksi Golkar.

“Banyak laporan dan usulan dari masyarakat saat melakukan reses, yang banyak terkait proyek pembangunan PT. Bungah Industrial Park (BIP). Proyek kawasan industri ini sangat luas, dengan cakupan lahan mencapai 356 hektar. Yang lokasinya berada tak jauh dari pemukiman warga di tiga desa, perusahaan senantiasa mengedepankan sikap humanis dengan warga. Dan bisa menjalankan prosedur, terutama sosialisasi kepada warga,” ujar Husnul Fiqhan

Dalam proses yang masih berlangsung, agar PT. Bungah Industrial Park (BIP) menaati segala prosedur aturan selama menjalankan proyek pembangunan di tiga desa.

Berada di wilayah Kecamatan Bungah di Desa Melirang, Desa Masangan dan Desa Bungah. serta senantiasa mengedepankan sikap humanis dengan warga, termasuk dalam hal penyelesaian sengketa lahan yang hingga kini masih terus bergulir.

Usulan dan unek-unek yang di sampaikan masyarakat, karena resah Progres terbaru proyek pemerataan lahan pembangunan kawasan industri.

Saat ini mulai masuk di wilayah Desa Masangan, agar pihak perusahaan senantiasa bersikap humanis dengan warga. Dengan mengedepankan non litigasi asas kekeluargaan dalam pola penyelesaian jika terjadi persoalan, penting dilakukan agar kehadiran perusahaan benar menunjukkan komitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Berita Terkait :  Empat Seniman Sampaikan Pesan Jaga Alam Lewat Pameran Lukis ‘Srawungan’

“Sosialisasi bisa mencakup banyak hal, mulai dari pemberitahuan tentang adanya proyek. Penanganan mitigasi seperti dampak aktivitas pemerataan lahan, hingga pembangunan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek. Dan serapan tenaga kerja lokal, serta Corporate Social Responsibility atau CSR,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, jangan sampai proyek sudah jalan tetapi belum ada sosialisasi sama sekali dari pihak perusahaan kepada warga.

Penyelesaian non litigasi dan kekeluargaan jika terjadi persoalan dengan warga, jangan sampai ada tindakan yang terkesan arogan bahkan berbau unsur premanisme.

Ditambahkan Husnul Fiqhan yang juga anggota komisi I DPRD Gresik, bahwa mendukung penuh investasi sebagai upaya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Dan mendorong iklim pertumbuhan ekonomi, sehingga meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Ada investasi kita dukung, juga harus berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi. [kim.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru