26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 18, 2026
spot_img

Menanamkan Sejuknya Toleransi di Tengah Ibadah Puasa

Bulan Ramadan kembali hadir menyapa kita dengan segala keberkahan dan nuansa spiritualnya yang kental. Bagi umat Muslim, ini adalah momen untuk melakukan refleksi diri dan menahan segala nafsu. Namun, di balik kekhusyukan tersebut, Ramadan juga merupakan ujian nyata bagi kualitas toleransi kita sebagai bangsa yang majemuk.

Belakangan ini, perdebatan mengenai batasan toleransi sering kali muncul ke permukaan, terutama terkait operasional tempat makan maupun aktivitas publik lainnya. Ada kesan seolah-olah menghormati orang yang berpuasa harus dilakukan dengan “menutup paksa” hak mereka yang tidak berkewajiban menjalankan ibadah tersebut. Padahal, esensi dari puasa itu sendiri adalah melatih kesabaran dan keteguhan hati di tengah godaan yang ada.

Toleransi seharusnya menjadi jalan dua arah yang saling menguatkan. Di satu sisi, saudara-saudara kita yang tidak berpuasa atau penganut agama lain menunjukkan rasa hormat dengan tidak makan atau minum secara mencolok di depan umum. Di sisi lain, umat Muslim yang berpuasa juga seyogianya menunjukkan kelapangan dada dengan tidak merasa terganggu oleh aktivitas normal masyarakat di sekitarnya. Puasa yang bermutu tidak akan goyah hanya karena melihat warung makan yang terbuka separuh tirai.

Harmoni dalam beragama akan terasa lebih indah ketika tidak ada paksaan. Saat kita saling menghargai tanpa merasa lebih dominan, di situlah nilai kemanusiaan kita diuji. Jangan sampai kesucian bulan Ramadan tercoreng oleh sikap intoleran atau tindakan-tindakan yang justru menjauhkan kita dari nilai-nilai kedamaian yang diajarkan agama.

Berita Terkait :  Kota Lama Bisa Tarik Wisatawan Eropa Datang ke Surabaya

Marilah kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan kebangsaan. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia, perbedaan bukanlah sumber perpecahan, melainkan kekayaan yang membuat ibadah kita terasa lebih bermakna. Semoga kesejukan toleransi senantiasa menyertai langkah kita semua.

Hormat saya,
Azalea Zahra
Karah, Surabaya

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru