27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 17, 2026
spot_img

Reses DPRD Gresik, Rakyat Keluhkan Infrastruktur, Kesehatan, Pendidikan dan Ketenagakerjaan

DPRD Gresik, Bhirawa
Kegiatan serap aspirasi (reses), awal tahun DPRD. Banyak masyarakat keluhkaan persoalan-persoalan terutama infrastruktur, kesehatan, pendidikan maupun ketenagakerjaan. Yang secara serius menjadi primadona masyarakat, agar pemerintah dan DPRD segera melakukan kontribusi untuk mensejahterakan rakyat.

Menurut Wakil Ketua III DPRD Gresik Abdullah Hamdi, bahwa dalam kegiatan reses di Desa Indrosari Kecamatan Menganti. Yang hadir berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala desa, BPD, tokoh masyarakat. Hingga organisasi kemasyarakatan NU seperti Fatayat, Muslimat, Ansor, DMI, FKC, para guru, ranting PKB se-Kecamatan Menganti, hingga pegiat sosial dan kalangan pemuda.

Aspirasi yang di sampaian mereka yang hadir, beberapa persoalan krusial. Untuk segera dilakukan perbaikan diantaranya, jalan poros desa, jalan lingkungan. Kudian sarana dan prasarana persampahan, hingga kebutuhan air bersih.

“Masih banyak jalan poros desa, maupun jalan lingkungan yang rusak dan membutuhkan perhatian serius. Kondisi jalan yang berlubang juga bergelombang, jika terjadi hujan dan genangan air. Para pengendara akan cas melaluinya, untuk itu mereka meminta segera di lakukan perbaikan,” ujarnya.

Perwakilan pemerintah desa juga menyampaikan harapan, adanya dukungan dari pemerintah kabupaten untuk pengembangan wisata di Indrosari. Khususnya Wisata Lontar Sewo, yang selama ini dinilai belum mendapatkan bantuan maksimal.

Selain itu, usulan agar Polindes masuk dalam skala prioritas pembangunan juga mengemuka dalam diskusi. Banjir dan kemacetan jadi perhatian, persoalan banjir menjadi topik hangat dalam reses tersebut.

Berita Terkait :  Tingkatkan Kualitas Pembelajaran untuk Masa Depan

Aparatur desa menyoroti wilayah Boboh, Bringkang, hingga sekitar Pasar Menganti yang kerap terdampak banjir dan kemacetan. Konektivitas jalan dari Bringkang menuju Lakarsantri, juga dinilai perlu segera dituntaskan.

“Jalan Kabupaten dari Boboh sampai Benowo, khususnya titik Boboh hingga Indrosari. Masih kerap terputus saat banjir, permasalahan persampahan pun kembali mencuat, dengan usulan pengadaan mobil angkut sampah untuk menunjang pelayanan kebersihan. Juga pendidikan dan kesejahteraan guru, pokok pikiran (pokir) dewan diharapkan dapat menyasar sekolah-sekolah swasta,” ungkapnya.

Juga ketimpangan pendapatan antara guru swasta, dengan pegawai MBG yang dinilai cukup signifikan. Selain itu, masyarakat berharap adanya bantuan berkelanjutan untuk tempat ibadah seperti mushola dan masjid, yang selama ini dinilai sangat membantu masyarakat.

Serta kebutuhan pelatihan keterampilan bagi generasi muda, guna menunjang ketenagakerjaan dan mengantisipasi persoalan sosial. Ditambahkan Abdullah Hamdi, bahwa Kecamatan Menganti diprediksi akan mengalami lonjakan penduduk yang signifikan.

Perlu diantisipasi dengan perencanaan yang matang, agar tidak memicu persoalan sosial seperti kenakalan remaja dan peningkatan angka kriminalitas.

Hasil reses dapat menjadi bahan evaluasi, dan tindak lanjut serius dari Pemerintah. Agar berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, dapat segera ditangani secara konkret dan berkelanjutan. [kim.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru