Kota Batu, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menyikapi terhadap tingginya tantangan global yang semuanya mengusung latar belakang teknologi. Untuk itu Dindik berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini atau sejak di bangku sekolah. Mereka berkomitmen penuh melakukan transformasi di sektor pendidikan melalui perluasan program digitalisasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat menyatakan bahwa pemutakhiran kompetensi pendidik menjadi prioritas utama dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kini dipimpinnya. “Kita akan terus meng-upgrade kapasitas kompetensi para pendidik kita agar peningkatan SDM sejak dini bisa realisasikan,” ujarnya, Selasa (17/2).
Ia menjelaskan Dindik Kota Batu telah melakukan Pendampingan Pembelajaran Digitalisasi Pendidikan (PPDP) bagi para tenaga pendidik di Kota Batu. Dan pembejalaran kali ini diperuntukkan bagi jenjang Sekolah Dasar (SD), baik negeri maupun swasta.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjawab tantangan pendidikan nasional. Adapun rencana perluasan rencana digitalisasi ini sejalan dengan kebijakan nasional yang tertuang dalam Inpres No. 7 Tahun 2025 mengenai percepatan digitalisasi pembelajaran.
Langkah Pemkot Batu ini dianggap krusial mengingat tingginya tantangan pendidikan di Indonesia saat ini. Seperti, tren hasil PISA yang cenderung stagnan, serta kesenjangan infrastruktur TIK antar wilayah.
“Digitalisasi pendidikan sangat penting di Kota Batu. Dengan digitalisasi, Kota Batu dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan membuatnya lebih kompetitif,” tambah Alfi.
Sedikitnya, ada empat manfaat utama program perluasan digitalisasi ini. Yaitu, meningkatkan akses sumber daya secara merata, meningkatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kemampuan mengajar guru dengan teknologi, serta mempersiapkan para siswa menghadapi era digital.
Pengembangan digitalisasi di Kota Batu, lanjut Alfi, tidak hanya fokus pada pengadaan alat, tetapi membangun ekosistem utuh. Dan ekosistem ini mencakup tiga pilar utama yaitu, technology atau perangkat, environment atau ruang belajar, dan process atau metode pembelajaran interaktif.
Salah satu inovasi yang didorong adalah penerapan smart classroom atau ruang kelas cerdas. Dalam inovasi ini Dindik mengintegrasikan tiga hal. Yaitu, Papan Interaktif Digital (PID) atau layar sentuh dinamis yang memfasilitasi interaksi dua arah antara guru dan murid.
Kedua, Smart Interaction atau aktivitas kolaboratif melalui platform digital dan kuis interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Dan yang ketiga, Smart Evaluation atau sistem asesmen digital yang memungkinkan guru memantau progres belajar siswa secara real-time.
Program pendampingan yang menyasar sekolah negeri dan swasta ini diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih “Deep Learning”. Yaitu, pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi siswa.
Dengan dukungan infrastruktur seperti bantuan laptop, internet satelit untuk wilayah tertentu, hingga penyediaan konten digital, Dindik Kota Batu optimis dapat mewujudkan visi Kota Batu sebagai kota pendidikan yang lebih maju dan Smart, Adaptive, and Empowered (SAE). [nas.wwn]

