33 C
Sidoarjo
Sunday, February 15, 2026
spot_img

Politik sebagai Jembatan Sosial, Dialog Mabes Polri-Senator Lia Istifhama Tekankan Harmoni Bangsa


Surabaya, Bhirawa
Politik tidak semata dimaknai sebagai ruang kekuasaan, tetapi juga sebagai sarana menjembatani relasi sosial antara masyarakat dan institusi negara. Perspektif tersebut mengemuka dalam diskusi hangat antara jajaran Mabes Polri dan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman Lia Istifhama itu berlangsung dalam suasana akrab dan dialogis. Tim Mabes Polri yang dipimpin Hendri H. Siregar hadir sebagai wujud penguatan komunikasi lintas kelembagaan, sekaligus ruang bertukar pandangan terkait kondisi sosial kebangsaan.

Dalam diskusi tersebut, Lia Istifhama menegaskan bahwa politik sejatinya merupakan turunan dari realitas sosial. Karena itu, menurut dia, fungsi politik harus dijalankan secara adaptif dan berpihak pada upaya menjaga harmoni masyarakat.

“Politik adalah turunan dari sosial. Demokrasi dan seluruh proses politik pada akhirnya bertujuan menjaga keberlangsungan bangsa. Politik harus menjadi ruang yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada negara dan seluruh perangkatnya,” ujar Lia.

Ia menyoroti tantangan era digital yang memicu disrupsi sosial, khususnya bagi generasi muda. Dalam situasi tersebut, politik dinilai memiliki peran strategis untuk memastikan negara tetap hadir dan dipercaya publik, termasuk melalui institusi kepolisian.

Lia juga mengingatkan pentingnya menghindari narasi provokatif yang berpotensi memperlebar jarak antara masyarakat dan negara. Menurutnya, politik justru harus berfungsi sebagai jembatan yang merawat dialog, bukan alat untuk saling menyudutkan.

Berita Terkait :  Kang Yoto Percaya Wahono-Nurul Sanggup Membawa Kemajuan Bojonegoro Kedepan

“Ruang politik adalah ruang penjembatan antara masyarakat dan aparat negara agar kehidupan berbangsa tetap harmoni dan damai. Di tengah situasi global yang dinamis, Indonesia harus tetap adem dan rukun,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Lia Istifhama menegaskan sikap politiknya terkait posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan. Ia menyatakan dukungannya agar Polri tetap berada di bawah Presiden sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas dan kesinambungan negara, tanpa kepentingan personal.

Dalam kesempatan itu, Lia juga menyinggung pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pedoman pembangunan jangka panjang. Menurutnya, keberlanjutan kebijakan strategis menjadi kunci agar negara tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek periodesasi kekuasaan.

Sementara itu, Kombes Pol. Hendri H. Siregar menyampaikan apresiasi atas pandangan dan sikap politik Lia Istifhama. Ia menilai Lia sebagai sosok wakil rakyat yang terbuka, komunikatif, dan memiliki integritas dalam memandang politik sebagai sarana menjaga persatuan bangsa.

“Beliau memiliki wawasan luas dan sikap politik yang dewasa. Pandangan-pandangan seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan publik dan harmoni kebangsaan,” ujarnya. [ina]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru