26 C
Sidoarjo
Wednesday, February 11, 2026
spot_img

Arah Pembangunan 2027, Industri dan Perdagangan Jadi Andalan Daya Saing


Kota Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 dengan menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) 2027 di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kota Pasuruan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari tahapan penyusunan perencanaan daerah yang juga dilakukan kabupaten/kota lain di Jawa Timur.

Mengusung tema ‘Meningkatkan Peran Industri dan Perdagangan dalam Menciptakan Daya Saing Daerah’, Pemkot Pasuruan menempatkan dua sektor tersebut sebagai motor penggerak ekonomi kota di tengah kompetisi antardaerah yang semakin ketat.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyampaikan penguatan industri dan perdagangan dinilai strategis karena struktur ekonomi Pasuruan selama ini ditopang sektor pengolahan dan aktivitas perdagangan.

Posisi Kota Pasuruan yang berada di jalur utama kawasan tapal kuda dan dekat dengan pusat-pusat industri di Jawa Timur juga menjadi peluang yang perlu dimaksimalkan.

“Perencanaan pembangunan harus menjawab tantangan riil daerah. Kita ingin industri dan perdagangan benar-benar menjadi pengungkit daya saing Kota Pasuruan,” ujar Mas Adi, sapaan akrabnya, Rabu (11/2).

Menurut Mas Adi, tingginya ekspektasi publik terhadap kinerja pemerintah daerah harus dijawab dengan perencanaan yang matang dan terbuka.

Kontrol masyarakat melalui media dan ruang digital, menjadi bagian dari dinamika demokrasi lokal.

“Forum konsultasi publik ini diharapkan menjadi ruang substantif untuk menjaring aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Supaya, arah kebijakan 2027 tidak lepas dari kebutuhan daerah,” imbuh Mas Adi.

Berita Terkait :  Atlet Badminton Sampang Raih Medali Emas Internasional

Di sisi lain, Pemkot Pasuruan juga menghadapi tantangan keterbatasan fiskal seiring penyesuaian transfer keuangan pusat ke daerah yang berdampak pada banyak pemerintah daerah di Jawa Timur.

Kondisi tersebut menuntut strategi perencanaan yang lebih adaptif dan selektif dalam menentukan prioritas program.

“Saat ini mau tidak mau kita harus beradaptasi. Dengan fiskal yang terbatas, perencanaan harus semakin tepat sasaran dan berdampak,” urai Mas Adi.

Pejabat nomer satu di Kota Pasuruan ini juga menekankan pentingnya penguatan monitoring dan evaluasi (monev) agar setiap program yang dijalankan benar-benar terukur dan efektif.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, namun juga konsistensi dalam pengawasan pelaksanaannya.

“Tentu, saya ingin agar dokumen perencanaan Kota Pasuruan tetap selaras dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Nawa Bhakti Satya, serta arah pembangunan nasional,” imbuh Mas Adi. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru