Pemkab Pasuruan, Bhirawa
Pemkab Pasuruan resmi memulai program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) bagi 160 peserta untuk mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian spesifik dan siap bersaing di kawasan industri. Para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama satu bulan penuh dengan pendampingan instruktur berpengalaman, Rabu (11/2). Program PBK tersebut dirancang untuk memastikan penguasaan keterampilan teknis secara maksimal sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri serta tekan penangangguran.
Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo menyatakan langkah tersebut adalah strategi daerah dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan kualitas sumber daya manusia lokal. “Harus fokus dan serius. Saya yakin kalau ditelateni, lama-kelamaan akan mahir dan skill-nya bisa diaktualisasikan saat bekerja,” tandas Mas Rusdi.
Ia menegaskan, pelatihan tidak hanya bertujuan menempatkan peserta di perusahaan. Namun, juga mendorong lahirnya wirausaha baru. Di sisi lain, sertifikat kompetensi yang diperoleh harus mampu memberi dampak ekonomi nyata bagi keluarga peserta.
Adapun materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi kreatif. Peserta dapat memilih sejumlah kejuruan, mulai dari pengoperasian forklift, teknik pengelasan, hingga keterampilan barista dan perawatan AC.
Pejabat nomer satu di Kabupaten Pasuruan ini berharap program itu menjadi solusi berkelanjutan untuk menekan angka pengangguran, khususnya di Kabupaten Pasuruan yang memiliki kawasan industri cukup besar di Jawa Timur. “Usai acara ini semoga bisa mendapatkan pekerjaan atau syukur-syukur bisa menginspirasi untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri,” papar Mas Rusdi.[hil.ca]

