Situbondo, Bhirawa
SMKN 1 Kendit, Kabupaten Situbondo, memiliki program unggulan bernama TEFA TSM atau Teaching Factory Tehnik Sepeda Motor. Potensi menggembirakan ini mendapatkan apresiasi positif dari Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) untuk memberikan bantuan berupa gedung baru berikut peralatan pendukung terlengkap bernilai miliaran rupiah.
Tak hanya itu, Kacabdindik Wilayah Bondowoso Situbondo, Slamet Riyadi juga memberikan apresiasi kepada SMKN 1 Kendit, yang kini mengalami kemajuan yang pesat, terutama dengan adanya jurusan TSM. “Ya ini sangat luar biasa kemajuan SMKN 1 Kendit, sehingga kedepan sekolah kejuruan ini banyak menarik minat siswa baru,” terang Slamet Riyadi.
Slamet Riyadi juga sangat mendukung dengan adanya berbagai program unggulan yang dirancang oleh SMKN 1 Kendit. Selain menjadi tantangan, katanya, kelengkapan sarana TEFA TSM bisa mewujudkan program naik kelas di SMKN Kendit, sesuai program dan visi misi Bupati Mas Rio.
“Guru dan lainnya disini harus kompak. Semua guru dan mekanik ini bisa bekerjasama dengan pihak luar sehingga dapat meningkatkan kompetisi dan keterampilan siswa semakin canggih. Termasuk bisa kerjasama dengan IMI melakukan kerjasama praktek dengan pihak luar sehingga SMKN 1 Kendit semakin maju,” pungkas Slamet.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Kendit, Susiana sangat mengapresiasi Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Bondowoso, Slamet Riyadi meresmikan pembelajaran Teaching Factory (TEFA) Teknik Sepeda Motor (TSM), Selasa, (11/2). Peresmian gedung Teaching Factory (TEFA) ini menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan keterampilan siswa.
“Gedung TEFA yang dibangun ini memiliki fasilitas lengkap yang memungkinkan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga sebagai sarana dalam menghasilkan karya mereka dengan standar industri,” urai Kepala SMKN 1 Kendit, Susiana, SP.
Susiana kembali menyampaikan bahwa pembelajaran tersebut mengintegrasikan kurikulum pendidikan dengan standar industri nyata. Program ini meningkatkan hard skill dan soft skill siswa agar siap bekerja, berwirausaha, serta berkolaborasi dengan dunia usaha/industri.
“Bisa menghasilkan lulusan kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri. Meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan karakter kerja, disiplin, etika, serta bermutu,” tandas Susiana. [awi.wwn]

