Surabaya, Bhirawa
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, melantik Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksaan Keuangan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur masa bakti 2025-2030. Pelantikan ini menandai kelanjutan kepemimpinan dan program Pramuka Jawa Timur yang dinilai telah berjalan baik.
Ketua Kwarnas, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso menyampaikan apresiasi atas pembinaan Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dinilai konsisten melahirkan kader generasi muda berintegritas dan berkarakter melalui berbagai kegiatan kepramukaan, termasuk kegiatan sosial.
“Yang sudah berjalan baik agar terus dilanjutkan. Pramuka Jawa Timur sudah membuktikan pembinaan yang kuat terhadap peserta didik,” ujar Budi Waseso, usai pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Rabu (11/2).
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka secara nasional terus mendukung program-program pemerintah, salah satunya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan sebagaimana menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai dari generasi muda, termasuk melalui pendidikan kepramukaan.
Budi Waseso menyoroti pentingnya regenerasi petani melalui penciptaan petani milenial. Ia menilai selama ini sektor pertanian kerap dipandang tidak menjanjikan, padahal dengan pengelolaan yang tepat dan pemanfaatan teknologi, pertanian dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi.
“Pangan bukan hanya soal beras, tetapi keseluruhan kebutuhan pangan. Jika kita kuat di pangan, itu menyangkut harga diri dan ketahanan bangsa agar tidak bergantung pada negara lain,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi serta mengembangkan pertanian sesuai karakteristik wilayah. Gerakan Pramuka, yang tersebar hingga tingkat desa, dinilai strategis untuk mengedukasi masyarakat dan generasi muda terkait pertanian yang berkelanjutan.
Secara nasional, Kwarnas akan menggerakkan program pertanian Pramuka, termasuk penanaman komoditas strategis seperti kedelai, jagung, dan tanaman pangan lain sesuai potensi daerah. Program ini akan disinergikan dengan dinas pertanian setempat serta organisasi terkait. “Kita dorong kemandirian petani, termasuk dalam pembibitan, agar tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur periode 2025-2030, Arum Sabil, menegaskan komitmen Pramuka Jawa Timur untuk melanjutkan program pramuka produktif di bidang pangan dan energi baru terbarukan, sebagaimana arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak lima tahun terakhir. “Pramuka Jawa Timur akan terus bersinergi untuk menghasilkan capaian yang lebih optimal, terutama di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan,” ujarnya.
Arum menjelaskan, sektor pertanian tidak hanya melibatkan petani, tetapi juga berbagai elemen pendukung seperti pelajar SMK pertanian, teknologi pertanian, hingga akademisi di bidang tanah, hama, dan penyakit tanaman. Mereka diharapkan berperan sebagai pendamping dan edukator dalam dunia pertanian.
“Bagi yang memiliki lahan, bisa terintegrasi langsung. Bagi yang tidak, tetap bisa berkontribusi sebagai pendamping dan penguat dunia pertanian,” pungkasnya. [ina.wwn]

