Kota Malang, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya memperkuat predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA). Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan meningkatkan sinergi bersama insan pers melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Jurnalis Ramah Anak yang digelar Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang di Lower Mall Town Square (Matos), Rabu (11/2) kemarin.
Kepala. Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, didampingi Sekretaris Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Kenprabandari Aprilia, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas hidup anak.
Mengingat Kota Malang telah berulang kali meraih predikat KLA, konsistensi dalam memberikan perlindungan terhadap anak, termasuk dalam produk jurnalistik, menjadi harga mati.
“Kota Malang sudah beberapa kali meraih predikat Kota Ramah Anak. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut, sosialisasi seperti ini sangat penting agar semua pihak, terutama media, memiliki pemahaman yang sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, menekankan pentingnya profesionalisme wartawan yang berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Ia menyebutkan bahwa materi pemberitaan ramah anak sebenarnya sudah menjadi standar dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Sekitar 60 persen anggota PWI Malang Raya sudah lulus UKW. Namun, kami terus mengingatkan agar jurnalis tetap konsisten melindungi hak anak dalam setiap produk berita. Wartawan yang profesional wajib memahami batasan saat meliput kasus yang melibatkan anak,” tegas Cahyono.
Ketua KPID Jatim, Royin Fauziana M.Si, menyoroti tantangan berat di era digital. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya gangguan psikologi pada anak akibat kecanduan gawai dan pornografi.
“Kami mendorong insan pers menciptakan ruang siar yang sehat. Ada larangan tegas menjadikan anak sebagai narasumber dalam berita terkait konflik keluarga, perceraian, hingga bencana yang menimbulkan traumatik,” jelas Royin.
Di sisi lain, anggota DPRD Kota Malang, Asmualik, berharap media mengambil peran aktif dalam mengampanyekan kesehatan mental. Hal ini guna merespons tren negatif seperti kasus bunuh diri di kalangan anak muda yang belakangan marak terjadi.
“Peran pers sangat vital untuk menyiapkan konten layak anak sebagai upaya preventif terhadap isu kesehatan mental di Kota Malang,” pungkasnya di hadapan 40 jurnalis yang hadir. [mut.dre]

