26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Anggaran Terbatas, Wali Kota Kediri Dorong Usulan Pembangunan Lebih Realistis

Pemkot Kediri, Bhirawa
Keterbatasan anggaran menjadi perhatian Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati dalam Musrenbang RKPD 2027 tingkat Kecamatan Kota di Gedung Kelurahan Banjaran, Selasa (10/2). Bupati meminta seluruh usulan pembangunan disusun secara realistis, selektif, dan berorientasi pada kebutuhan paling mendesak masyarakat.

Dalam forum ini, tercatat sebanyak 77 usulan disampaikan dari wilayah Kecamatan Kota. Seluruh usulan tersebut akan dikaji untuk diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Vinanda menilai, kondisi fiskal menuntut perencanaan yang lebih matang agar setiap program yang dijalankan benar-benar efektif dan berdampak langsung. Karena itu, ia mengingatkan agar Musrenbang tidak sekadar menjadi forum penyampaian aspirasi, tetapi menjadi ruang penyusunan skala prioritas pembangunan.

”Dengan keterbatasan anggaran, kita semua harus bijak dan realistis dalam menyusun usulan pembangunan. Yang diusulkan harus benar-benar prioritas dan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Vinanda.

Menurutnya, aspirasi yang muncul dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan perlu dikaji bersama secara komprehensif, lalu dirumuskan menjadi program yang terukur, terencana, dan bisa dijalankan.

Dalam arahannya, Vinanda menyebut sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi fokus utama. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan dasar.

”Sarana pendidikan dan fasilitas kesehatan harus tetap layak. Ini menyangkut hak dasar masyarakat yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Selain itu, persoalan infrastruktur juga diminta disikapi secara selektif. Perbaikan jalan, jembatan, drainase, hingga sanitasi harus disesuaikan dengan tingkat urgensi dan manfaat langsung yang dirasakan warga.

Berita Terkait :  Tahun 2025, Bojonegoro Bangun Jalan Aspal Sepanjang 83,58 Kilometer

Bupati Vinanda juga menyinggung persoalan lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Menurutnya, sistem pengelolaan yang tidak efektif justru akan menimbulkan beban biaya lebih besar di kemudian hari.

”Kalau tidak ditangani dengan baik, masalah sampah bisa menjadi persoalan serius, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan,” terangnya.

Di bidang ekonomi, Vinanda mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan memaksimalkan potensi lokal. Namun ia menekankan, pengembangan UMKM juga harus dilakukan secara terarah melalui pembinaan, pelatihan, dan kurasi produk.

”Yang penting bukan hanya banyaknya produk, tetapi kualitas dan daya saingnya,” tuturnya.

Menutup arahannya, Vinanda menegaskan, seluruh usulan pembangunan harus selaras dengan RPJMD. Dan berharap Musrenbang mampu menghasilkan perencanaan yang realistis, fokus dan tepat sasaran di tengah keterbatasan anggaran. [van.nov.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru