26 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Bulan Sya’ban, Warga Ploso Jombang Ziarah Ke Makam Pengasuh Bung Karno

Jombang, Bhirawa
Menghormati Bulan Sya’ban (Ruwah), sejumlah warga di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang berziarah ke makam para periwayat kelahiran Presiden Pertama RI, Ir Soekarno atau Bung Karno, salah satunya ke makam Mbok Suwi yang merupakan pengasuh masa kecil Bung Karno, Selasa (10/2).

Untuk diketahui, makam Mbok Suwi berada di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Berdasarkan cerita dari keluarga, Mbok Suwi mengasuh Bung Karno sejak lahir.

Selain untuk mendoakan arwah yang diziarahi, upaya ini dilakukan warga Ploso, Jombang ini juga untuk menjaga memori sejarah kelahiran Bung Karno yang dilahirkan di Ploso, Jombang pada 6 Juni 1902.

Kegiatan diawali dengan doa bersama di Situs Rumah Kelahiran Soekarno yang berada di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Rombongan kemudian melanjutkan ziarah ke sejumlah makam tokoh yang dinilai memiliki peran penting dalam meriwayatkan kisah kelahiran dan masa kecil Bung Karno di Ploso.

Ketua DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA), Komar, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa para leluhur yang telah menjaga dan menyampaikan sejarah kelahiran Bung Karno secara turun-temurun.

”Ini adalah bentuk penghormatan kepada para periwayat yang telah menjaga cerita kelahiran Bung Karno di Ploso. Tanpa mereka, generasi hari ini tidak akan memiliki jejak sejarah yang utuh,” kata Komar.

Menurut Komar, ziarah dilakukan di beberapa titik. Di antaranya makam Kiai Abdul Mukti, tokoh agama yang merupakan sahabat Raden Soekeni Sosrodihardjo, ayah Bung Karno, sekaligus pengasuh langgar di Pesantren Kedung Turi, tempat Bung Karno kecil pertama kali belajar mengaji.

Berita Terkait :  SDN Batuporo Timur 1 Sampang Tanpa Siswa

Rombongan juga berziarah ke makam Nyai Nasihah, sosok yang memberikan keterangan lokasi sekolah desa atau Ongko Loro tempat Bung Karno menempuh pendidikan formal pertamanya di wilayah Ploso. Kemudian rombongan juga berziarah ke makam Mbok Suwi, pengasuh Bung Karno, serta makam Mbah Joyo atau Joyodipo, teman sekolah dan bermain Bung Karno semasa kecil.

”Semua tokoh yang diziarahi merupakan warga asli Ploso. Bahkan Mbok Suwi dan Mbah Joyo pernah mendampingi Cindy Adams saat datang ke Ploso pada 16 Januari 1964 untuk menggali biografi Bung Karno,” ungkap Komar.

Komar menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin sebagai agenda pelestarian sejarah. Beberapa tanggal penting juga akan terus diperingati, seperti 28 Desember yang menandai mutasi Raden Sukemi ke Ploso, serta 16 Januari sebagai momentum kedatangan Cindy Adams.

Sementara itu, Pembina Situs Persada Soekarno Kediri, Raden Mas Kuswartono yang ikut pada kegiatan ini mengatakan, ziarah ini merupakan perpaduan antara ketaatan spiritual dan pelestarian nilai budaya agung para leluhur yang harus dilestarikan.

Kuswartono menjelaskan, Bulan Ruwah berasal dari kata Arwah. Tradisi Ruwahan atau penghormatan kepada leluhur adalah momentum penyucian hati (Qolbin Salim) sebelum memasuki Bulan Ramadan.

””Ziarah ini bukan sekadar mengunjungi makam, tapi upaya ‘mawi arum’, menebar keharuman sejarah. Kami membawa filosofi Apem sebagai simbol ampunan dan doa bagi para pendahulu yang telah menjaga fakta sejarah kelahiran Sang Proklamator di tanah Ploso ini,” ucap Kuswartono.

Berita Terkait :  Guru Vs Artificial Intelligence

Dikatakannya, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Ploso sebagai situs kelahiran Ir. Soekarno, Sang Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Selain melakukan tabur bunga setaman, acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). [rif.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru